Berita

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah berbicara di agenda Bisnis Indonesia Group (BIG) 40 Conference di Jakarta. (Foto: dok. pribadi)

Politik

Wamen Fahri Hamzah: 6 Juta Keluarga Alami Backlog Ganda

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 21:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah membongkar fakta pahit soal krisis hunian di Tanah Air. Sebanyak 6 juta keluarga di Indonesia hidup dalam kondisi backlog ganda: tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) yang bukan milik sendiri.

"Enam juta keluarga itu tinggal di rumah yang tidak layak, baik akibat buruknya sanitasi atau atap, lantai dan dinding memprihatinkan. Yang lebih prihatin rumah itu bukan milik mereka," kata Fahri dalam agenda Bisnis Indonesia Group (BIG) 40 Conference di Jakarta, dikutip Selasa, 9 Desember 2025.

Berdasarkan data Kementerian PKP, jumlah kepala keluarga (KK) di Indonesia mencapai 93.554.082 KK. Dari jumlah tersebut, backlog kepemilikan rumah mencapai 12.573.383 KK, sedangkan backlog kualitas yakni rumah yang tidak layak huni mencapai 16.597.839 KK.


Kemudian berdasarkan pemetaan backlog per wilayah, kawasan urban mencatat backlog kualitas sebanyak 2,10 juta keluarga dan backlog kepemilikan mencapai 4,56 juta keluarga.

Berdasarkan wilayah, daerah perkotaan mencatat backlog kualitas 2,10 juta keluarga, sementara backlog kepemilikan mencapai 4,56 juta keluarga. Adapun wilayah pesisir justru lebih parah. Backlog kualitas mencapai 5,22 juta keluarga, dengan backlog kepemilikan 2,6 juta keluarga.

Fahri menegaskan persoalan perumahan hari ini tak bisa semata diselesaikan lewat kepemilikan semata. Kualitas hunian dan sanitasi menjadi pekerjaan rumah besar yang tak bisa ditunda.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan perumahan berbasis data nasional, melibatkan koperasi, serta memanfaatkan kearifan lokal, baik dari sisi material bangunan maupun konsep pembangunan ramah lingkungan.

"Kebijakan perumahan harus presisi, berbasis data, dan menyentuh akar persoalan," ujarnya.

Lebih jauh, Fahri menegaskan Kementerian PKP berkomitmen menjadikan sektor perumahan dan kawasan permukiman sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus penopang kedaulatan ekonomi rakyat. Salah satu andalan pemerintah adalah Program 3 Juta Rumah yang menjadi arahan langsung Presiden.

"Program ini dirancang sebagai kebijakan masif untuk menjawab persoalan backlog perumahan dan kualitas hunian rakyat di seluruh Indonesia," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya