Berita

Massa yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Nasional (Furn) membawa poster tangkap Paulus Tannos dan M Suryo saat aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Selasa 9 Desember 2025 (Foto: Istimewa)

Hukum

Hakordia, KPK Diminta Tangkap Paulus Tannos Sampai M Suryo

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 21:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) diwarnai aksi unjuk rasa oleh berbagai organisasi buruh, petani, nelayan, komunitas pekerja, dan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Nasional (Furn) di Gedung Merah Putih KPK, Selasa 9 Desember 2025. 

Dalam aksinya, Furn meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah nyata untuk memberantas korupsi dan menghentikan perempasan hak-hak buruh oleh oknum korup di lembaga pemerintahan. 

“Korupsi bukan sekadar soal uang negara yang hilang, tapi soal upah yang tak layak, jaminan sosial yang bocor, PHK semena-mena, dan masa depan buruh yang dirampas,” ujar perwakilan Furn, Rudi HB Daman dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta. 


Sejumlah tuntutan juga disampaikan antara lain mengembalikan dan memperkuat independensi KPK serta aparat penegak hukum. Presiden Prabowo diminta untuk menjamin KPK, Kejaksaan, Kepolisian bebas dari intervensi politik dan kepentingan oligarki. 

Dalam kesempatan itu, Furn juga mengingatkan KPK agar serius menuntaskan sejumlah kasus yang tengah ditangani seperti kasus e-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun dengan tersangka Paulus Tannos yang saat ini masih buron.  

Meskipun saat ini Paulus Tannos telah menjalani persidangan ekstradisi di Singapura dan pengadilan Singapura telah menolak keterangan saksi ahli yang diajukan buron kasus e-KTP itu, Paulus Tannos masih tetap menolak dipulangkan ke Indonesia.

Kemudian KPK juga diminta agar menuntaskan kasus korupsi suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dimana lembaga antirasuah itu telah menetapkan pengusaha M Suryo sebagai tersangka namun belum dilakukan penahanan. 

Diketahui, nama Suryo disinggung dalam dakwaan jaksa diduga telah menerima uang dari Direktur PT Istana Putra Agung (IPA) Dion Renato Sugiarto.

Aksi di depan KPK ini dilaksanakan secara damai dan konstitusional, dengan orasi, mimbar rakyat, pembacaan tuntutan, dan penyampaian dokumen resmi tuntutan kepada lembaga terkait. Furn menegaskan akan terus mengawal agenda pemberantasan korupsi di seluruh sektor dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui advokasi kebijakan dan aksi-aksi damai di berbagai
daerah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya