Berita

Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal. (Foto: Dokumentasi Golkar)

Politik

Koalisi Permanen Harus Jalan agar Pemerintahan Solid

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 17:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Koalisi permanen adalah kebutuhan strategis agar pemerintahan berjalan efektif, solid, dan bebas dari manuver politik yang berpotensi mengganggu konsentrasi kerja kabinet.

Atas dasar itu, Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal mendukung penuh gagasan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait koalisi permanen.

“Pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan barisan yang solid, bukan yang plin-plan atau menciptakan drama politik. Golkar jelas menjaga stabilitas,” kata Rizki kepada wartawan, Selasa 9 Desember 2025.


Lebih lanjut, Rizki turut menyinggung pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang melontarkan ajakan tobat nasuha kepada sejumlah menteri. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak etis dan tidak produktif di tengah fokus pemerintah menangani bencana di beberapa wilayah Sumatera.

“Pernyataan seperti itu terkesan tendensius, meremehkan, dan malah mengganggu konsentrasi kerja kabinet. Sementara Pak Bahlil justru bergerak cepat memastikan pemulihan energi di daerah bencana,” kata politikus Golkar ini.

Baginya, tidak etis bagi sesama menteri membuat pernyataan yang bernada menghakimi atau mempolitisasi isu internal kabinet.

“Yang berhak mengevaluasi menteri itu Presiden, bukan Cak Imin. Ini prinsip dasar dalam tata kelola pemerintah yang harusnya dipahami,” kata anggota DPR Dapil Kepri tersebut.

Untuk itu, gagasan koalisi permanen harus diwujudkan agar tidak ada lagi manuver politik yang mengganggu fokus pemerintahan dalam menjalankan program strategis nasional.

“Dengan koalisi permanen, tidak boleh ada lagi tindakan yang menimbulkan kegaduhan," pungkas Rizki.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya