Berita

Para pejabat yang hadir di Hakordia 2025 di Komplek Kepatihan Yogyakarta (RMOL/Jamaludian Akmal)

Politik

Absennya Presiden Tak Redupkan Esensi Peringatan Hakordia 2025

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 11:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Yogyakarta tetap berlangsung meriah dan substansial, meski tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang sedang menjalankan tugas kenegaraan.

Jurubicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo belum berkesempatan hadir secara langsung di peringatan Hakordia 2025 yang digelar di Komplek Kepatihan Yogyakarta karena sedang melaksanakan tugas kenegaraan lainnya.

"Hal ini tidak mengurangi esensi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun ini, yang ingin menyampaikan pesan utama, bahwa  pemberantasan korupsi adalah ikhtiar kolektif, yang melibatkan seluruh unsur masyarakat," kata Budi kepada wartawan di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Senin, 9 Desember 2025.


Budi menjelaskan, dalam rangkaian Hakordia yang dipusatkan di Yogyakarta, KPK tidak hanya menggandeng pemerintah daerah, kementerian/lembaga, namun juga melibatkan berbagai komunitas seni, budaya, akademisi, dan berbagai unsur masyarakat lainnya yang punya komitmen tinggi untuk terus teguh dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Hal ini selaras dengan komitmen Bapak Presiden dalam penguatan pemberantasan korupsi di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita," pungkas Budi.

Walaupun Presiden absen, perhelatan ini tetap dihadiri delegasi tingkat tinggi yang menunjukkan soliditas Kabinet Merah Putih.

Pejabat yang hadir dalam acara ini,yakni Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X sebagai tuan rumah, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, Menteri Komdigi Meutya Hafid, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan.

Selanjutnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta beberapa pejabat lainnya dari LKPP, LAN, OJK, BNSP, perusahaan BUMN, Forkopimda Pemprov DIY, serta beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya