Berita

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule. (Foto: Dokumentasi BP Taskin)

Nusantara

BP Taskin Siap jadi Garda Depan Pengentasan Kemiskinan Pascabencana Sumatera

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 03:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemetaan kondisi masyarakat menjadi fokus utama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk turut berperan dalam penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule mengurai bahwa garda depan penanggulangan bencana saat ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). 

Menurut dia, semua sumber daya dari pemerintah akan dikoordinasikan satu pintu melalui BNPB. Sementara peran BP Taskin, lanjutnya, adalah garda pascabencana dalam mengentaskan kemiskinan.


Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) itu menjelaskan bahwa tidak sedikit masyarakat yang dalam kondisi normal berada tidak jauh dari garis kemiskinan. Golongan ini disebut sangat rentan dalam kehidupan sosial masyarakat. 

“Kelompok rentan miskin ini bisa masuk (garis kemiskinan) jika ada goncangan kecil sedikit saja. Seperti PHK, sakit akut, bahkan bisa juga jika ada pandemi seperti tahun-tahun lalu. Apalagi ini bencana besar, tentu kita butuh pemetaan serius,” ujarnya saat berbincang dengan RMOL, Minggu, 8 Desember 2025.

Lanjut dia, BP Taskin menerjunkan tenaga profesional untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta memetakan dukungan yang diperlukan pada fase pemulihan.

Seperti yang dilakukan BP Taskin di Pidie Jaya, Aceh, Iwan Sumule menerjunkan sejumlah tenaga profesional BP Taskin mengunjungi Posko Terpadu dan berkoordinasi dengan BNPB, TNI, Polri, serta penerintah daerah untuk memperoleh infornasi mengenai penanganan logistik bagi warga, kondisi infrastruktur yang belum pulih, serta tantangan akses komunikasi dan listrik di beberapa wilayah.

Tidak hanya itu, BP Taskin turut menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman untuk warga di Gampong Tijien Daboh, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya.

“Peninjauan ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan langkah pemulihan yang lebih terpadu agar masyarakat dapat bangkit kembali melalui dukungan yang tepat dan berkelanjutan,” terangnya. 

Iwan Sumule mengingatkan bahwa BP Taskin adalah badan khusus yang berada langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh program perlindungan sosial berjalan tepat sasaran dan terkoordinasi baik.

“Sebagai mata dan telinga presiden, kami akan jadi koordinator percepatan pengentasan kemiskinan pascabencana. Nantinya,  Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga akan jadi acuan untuk penyusunan langkah pemulihan yang tepat,” beber Iwan. 

Target 4,5 Persen

BP Taskin terus mendorong penguatan ekonomi dan inovasi di seluruh Indonesia melalui Rencana Induk Pengentasan Kemiskinan, inisiatif pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi aglomerasi wilayah. Lewat pendekatan graduasi kemiskinan, BP Taskin juga mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku utama pemenuhan kebutuhan dasar hingga peningkatan pendapatan, pemberdayaan, tabungan, dan investasi.

Iwan Sumule menegaskan bahwa pihaknya akan sungguh-sungguh dalam mengawal target penurunan kemiskinan dari 8,47 persen di tahun 2025 menjadi 4,5 persen di 2029. Untuk itu, dia mengajak kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan target mulia tersebut. 

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan bersama-sama. Perlu koordinasi dan kolaborasi yang baik berbagai pihak, mulai pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga masyarakat,” tekannya. 

“Jika Presiden Prabowo berhasil mewujudkan target-target itu hingga 2029. Artinya, cukup dengan diberikan kesempatan sekali lagi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar target penurunan kemiskinan bisa berlanjut dan mewujudkan kemiskinan 0 persen di tahun 2034,” tutupnya.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya