Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi di Akhir Pekan

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 11:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia sedikit naik dan menyentuh level tertinggi dalam dua minggu pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Desember 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik 49 sen menjadi 63,75 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 41 sen ke 60,08 Dolar AS per barel. Keduanya mencatat penutupan tertinggi sejak 18 November. Secara mingguan, Brent naik sekitar 1 persen dan WTI menguat sekitar 3 persen, menandai kenaikan dua minggu berturut-turut.

Kenaikan ini dipicu salah satunya oleh sikap investor yang saat ini sedang mencermati laporan inflasi AS untuk memperkirakan langkah The Fed, dengan pasar menghitung peluang 87 persen bahwa suku bunga akan dipotong 25 basis poin. Pemangkasan suku bunga umumnya mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kebutuhan energi. 


Di sisi lain, data menunjukkan belanja konsumen AS mulai melambat setelah tiga bulan kuat, mengindikasikan ekonomi kehilangan tenaga menjelang akhir kuartal ketiga. 

Pembicaraan perdagangan antara pejabat AS dan China serta rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan pemimpin Meksiko dan Kanada juga menjadi perhatian karena setiap perkembangan positif bisa membantu meredakan ketegangan dagang dan mendukung permintaan energi.

Dari sisi pasokan, pasar menaruh perhatian besar pada kondisi di Rusia dan Venezuela, dua anggota OPEC+ yang terkena sanksi. Kegagalan pembicaraan damai Ukraina di Moskow membuat risiko gangguan pasokan dari Rusia tetap tinggi. 

Di saat yang sama, negara-negara G7 dan Uni Eropa mempertimbangkan untuk mengganti aturan batas harga minyak Rusia menjadi larangan penuh layanan maritim, langkah yang ditujukan untuk memperketat pembatasan pendapatan energi Moskow. 

Di Venezuela, pasar juga bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer AS setelah Presiden Trump kembali menegaskan rencana untuk menindak jaringan narkotika negara tersebut. Menurut Rystad Energy, langkah seperti ini dapat mengancam produksi minyak Venezuela yang mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari, sebagian besar diekspor ke China.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya