Berita

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. (Foto: Pemprov Kalbar)

Nusantara

Kalbar Memanas, Wagub Krisantus Ngaku Tak Dilibatkan Seleksi Pejabat Eselon II

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 22:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Internal Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat memanas. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan meluapkan kekecewaannya lantaran merasa tidak dilibatkan dalam seleksi hingga pelantikan pejabat Eselon II Pemprov Kalbar.

Sebelum pelantikan, seharusnya ada proses seleksi hingga finalisasi pelantikan pejabat eselon II. Namun hingga jadwal pelantikan besok, ia mengaku tidak diberi surat tembusan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) maupun dari Gubernur Ria Norsan.

“Gubernur dan wakil gubernur satu paket, dalam surat suara saja satu. Jadi segala sesuatu mesti dibicarakan bersama, apalagi pejabat Eselon II,” tegas Krisantus kepada wartawan, Kamis, 4 Desember 2025. 


Sejak awal proses seleksi calon pejabat eselon II, Krisantus mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam diskusi.

“Pak Gubernur tidak pernah bicara sama saya mulai dari proses penyusunan sampai pelantikan. Tahu-tahu undangannya datang. Itu yang membuat saya kecewa, saya seperti dianggap orang tidak ada,” sesalnya.

Kondisi tersebut mengherankan karena selama ini Krisantus menilai hubungan kerja dengan gubernur tidak pernah ada masalah meskipun soal komunikasi terbilang minim.

“Jarang berkomunikasi, paling bersalam saat acara, duduk sama-sama, selesai. Tidak pernah diajak bicara soal pembangunan Kalbar, soal anggaran,” lanjutnya.

"Saya menganggap tidak ada masalah, cuma beliau yang merasa bermasalah. Menganggap saya biang kerok, dalang, dan sebagainya, sementara saya tidak pernah melakukan apa-apa,” jelasnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan klarifikasi yang disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan terkait hubungan dengan Wagub Krisantus yang dinilai merenggang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya