Berita

Kepala Lembaga Nasional Single Window (LNSW), Oza Olavia. (Foto: Alifia Dwi)

Politik

LNSW Catat Waktu Bongkar Muat Logistik Rata-rata 2,9 Hari

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 18:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah mencatat waktu bongkar muat peti kemas atau dwelling time sepanjang Januari-Oktober 2025 rata-rata di angka 2,93 hari, lebih lambat dari target nasional yang dipatok 2,87 hari. 

Sementara khusus Oktober 2025, dwelling time tercatat lebih rendah, yaitu 2,47 hari.

“Dwelling time untuk Oktober 2025 kita mencapai 2,47 hari, tapi secara agregat sampai dengan Oktober 2025 itu 2,93 hari,” kata Kepala Lembaga Nasional Single Window (LNSW), Oza Olavia, dalam media briefing di Jakarta pada Kamis, 4 Desember 2025.


Oza menjelaskan, banyak variabel yang mempengaruhi cepat lambatnya waktu bongkar muat. Proses ini melibatkan sejumlah kementerian/lembaga yang menangani urusan ekspor dan impor. 

Salah satu faktor penyebab kenaikan dwelling time terjadi saat periode libur Lebaran 2025 hingga dua pekan dan pelabuhan tidak beroperasi.

“Dwelling time bisa rendah beberapa bulan, tapi tinggi di satu bulan. Misalnya ada libur panjang banget karena holiday atau lebaran, kebetulan lebaran kita dua minggu. Pelabuhan tidak boleh open, ya otomatis akan ada penumpukan di pelabuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki karakteristik geografis berbeda dibanding Singapura yang dwelling time-nya jauh lebih singkat. 

Banyaknya titik pelabuhan dan sebaran wilayah membuat waktu bongkar muat di Indonesia cenderung lebih panjang, sementara Singapura berfungsi sebagai pelabuhan transit dan transhipment.

Kendati begitu, Oza memastikan pihaknya terus mendorong perbaikan agar aktivitas logistik dalam negeri semakin efisien.

“Untuk dwelling time memang diharapkan targetnya sampai dengan akhir tahun 2025 ini 2,87 hari. Memang kita harap masih bisa terus melakukan perbaikan,” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya