Berita

PT Toba Pulp Lestari Tbk (Foto: Instagram INRU)

Bisnis

INRU Hadapi Badai Kerugian Lebih dari Lima Kali Lipat hingga Kuartal III 2025

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 16:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja keuangan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) berada dalam tekanan, dengan pendapatan menurun, rugi bersih meningkat, dan aset yang tergerus. 

Di sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, INRU menghadapi tantangan finansial yang semakin berat  Perusahaan mencatat kerugian bersih yang melonjak drastis hingga Rp201,6 miliar per akhir Kuartal III 2025. 

Angka kerugian ini memburuk 528 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana INRU mencatat rugi 'hanya' Rp32,1 miliar. Kerugian besar ini setara dengan kerugian Rp144,01 per lembar saham perusahaan.


Dalam keterbukaan informasi disebutkan, pemicu utama memburuknya kinerja ini adalah penurunan pendapatan yang signifikan dan lonjakan beban operasional. Total pendapatan INRU anjlok 21,4 persen menjadi Rp995,4 miliar.

Penurunan penjualan ini diperparah oleh hilangnya efisiensi operasional. 

Laba Kotor (Gross Profit) perusahaan hampir musnah, hanya tersisa Rp2,4 miliar, menunjukkan penurunan tajam 98,6 persen, sehingga Margin Kotor (Gross Margin) perusahaan hanya mencapai 0,2 persen. Bahkan, secara operasional, perusahaan mencatat defisit. Kinerja sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat negatif Rp 33,2 miliar, menyiratkan bahwa aktivitas inti perusahaan pun gagal menutupi biaya operasinya.

Tingginya beban bunga pinjaman sebesar Rp 216,8 juta semakin menekan laba operasional yang sudah defisit (**Rp 128,6 miliar**) hingga akhirnya kerugian bersih perusahaan melonjak tajam ke angka Rp 201,6 miliar.

Meskipun total aset INRU tercatat Rp7,7 triliun per September 2025, kesehatan neraca perusahaan menunjukkan tingkat risiko yang tinggi, terutama dari sisi utang.

Rasio utang terhadap ekuitas (Debt/Equity) perusahaan melonjak hingga 4,98 kali. Artinya, total kewajiban perusahaan hampir lima kali lipat lebih besar dari modal yang dimiliki pemegang saham (ekuitas Rp 1,29 triliun). Situasi ini menekankan bahwa mayoritas pendanaan INRU didukung oleh utang, sebuah kondisi yang menambah kerentanan finansial di tengah kerugian yang terus membesar.

Belakangan, INRU menghadapi sorotan karena keberadaan perusahaan yang beroperasi di kawasan yang rentan terhadap bencana ekologis. INRU disebut-sebut sebagai penyebab bencana banjir bandang di Sumatera Utara. Isu ini segera ditepis perusahaan dalam keterangannya di keterbukaan informasi.

Namun, penjelasan perusahaan tak membuat pergerakan saham INRU membaik. Hingga perdagangan Kamis 4 Desember 2025, harga saham INRU berada di level Rp 680 per saham, menandai penurunan sebesar 4,9 persen dalam periode satu pekan terakhir.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya