Berita

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Gubernur Aceh, Sumut, dan Sumbar Bisa Ambil Jatah Beras Bencana dari Bulog

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 17:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah pusat memastikan ketersediaan logistik, khususnya beras, untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam kondisi aman.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa stok beras nasional mencukupi dan daerah diminta segera mengakses cadangan Bulog untuk penanganan darurat.

Dalam konferensi pers di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025, Tito mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah masih besar, meski telah terserap cukup banyak sepanjang tahun.


"Kalau untuk beras itu sebenarnya di gudang-gudang persediaan kita itu relatif cukup. Karena dari 1,3 juta ton. Yang harus dikeluarkan sampai dengan Desember untuk beras SPHP itu masih ada yang baru keluar kira-kira 800-900 ribu ton, jadi masih ada cadangan masih ada 600 ribu ton," jelasnya. 

Tito menceritakan kunjungannya ke Lhokseumawe yang kini terisolasi akibat jalan dan jembatan putus. Ia menemukan bahwa stok beras di gudang Bulog setempat justru sangat melimpah.

“Setelah saya datang ke Lhokseumawe ternyata ada di gudang Bulog 28 ribu ton untuk konsumsi Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen. Itu cukup untuk 9 bulan,” ujarnya.

Karena itu, Tito menegaskan bahwa kepala daerah tak perlu menunggu bantuan beras dari luar wilayah. Ia menekankan bahwa Bulog dapat mengeluarkan beras bencana dalam jumlah tak terbatas selama ada permintaan resmi dari pemerintah daerah.

“Mereka (Bulog) juga bisa keluarkan namanya beras bencana, itu bisa dikeluarkan unlimited, sepanjang ada permintaan dari kepala daerah,” kata Tito.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan dibuat sederhana agar distribusi cepat dan tidak terhambat birokrasi. Kepala daerah bisa mengirim surat pengajuan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk selanjutnya diteruskan ke Bulog.

“Beliau (Mentan) hanya butuh surat saja, dan sebenarnya cukup dengan soft copy WA. Sesudah itu Pak Menteri akan mem-forward ke Dirut Bulog, dan Bulog akan mengeksekusi,” paparnya.

Tito mengimbau seluruh kepala daerah terdampak untuk segera mengecek stok di gudang Bulog masing-masing dan mengajukan permohonan bila diperlukan. Ia bahkan membuka jalur komunikasi langsung untuk mempercepat proses.

“Tolong lihat kondisi cadangan yang ada di gudang Bulog. Misalnya itu ada tinggal buat surat saja kepada kepala Bapanas, melalui WA bisa atau melalui saya bisa nanti saya nanti saya forward ke Pak Amran,” tegasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya