Berita

Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin (Foto: Kemenag)

Nusantara

Ekoteologi Jadi Fokus Kemenag untuk Pendidikan Ramah Lingkungan

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 11:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan ekoteologi kini bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata dalam pendidikan ramah iklim. Penegasan ini disampaikan Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, saat membuka International Conference on Moral Teachers pada Selasa 2 Desember 2025 di Jakarta, sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional.

“Kini fokus kita bukan hanya wacana, tetapi langkah teknis yang terukur agar ekoteologi benar-benar berdampak di lingkungan,” tegas Kamaruddin. 

Ia menyoroti potensi besar Kemenag, dengan lebih dari satu juta guru dan jutaan siswa madrasah, untuk menggerakkan perubahan ekologis. Menurutnya, jika setiap guru dan calon pengantin menanam satu pohon, Indonesia bisa menambah lebih dari dua juta pohon setiap tahun.


Kamaruddin menekankan peran guru sebagai teladan: menanam cinta lingkungan sejak dini, membentuk karakter peduli alam, dan menanamkan kesadaran ekologis di hati peserta didik. Inspirasi ini sejalan dengan praktik di Jepang dan Finlandia, di mana pendidikan moral selalu mengedepankan kepedulian terhadap alam.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan, menjaga lingkungan - hifdzul biah - sekarang menjadi bagian dari maqashid syariah. Program ramah lingkungan seperti Adiwiyata, pengelolaan sampah berbasis daur ulang, konservasi energi, hingga pengembangan green campus sudah berjalan di berbagai lembaga pendidikan Kemenag.

Konferensi internasional ini menghadirkan narasumber global yang membagikan pengalaman dan strategi pendidikan ramah lingkungan, mulai dari gerakan “Clean Games” di Rusia hingga praktik zero waste di pesantren. 

Dr. Haidar Bagir, seorang pengusaha, filantropis, dan penulis, bahkan menekankan perspektif sufistik yaitu alam sebagai ayat Tuhan yang harus dihormati, menginspirasi pendidik menumbuhkan spiritualitas ekologis dalam pembelajaran. Ia mengingat kembali pengalamannya saat mendirikan sekolah dan menolak penebangan pohon karena meyakini bahwa setiap unsur alam adalah makhluk yang bertasbih kepada Sang Pencipta. 

Irfan Amali dari Peace Generation juga berbagi pengalaman inspiratif tentang pesantrennya yang telah enam tahun menerapkan konsep zero waste. 

Acara ini juga menandai peluncuran Buku Induk Pendidikan Ramah Iklim dan Panduan Pendidikan Ramah Iklim, sebagai pedoman nasional untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam.

Dengan gerakan ini, Kemenag ingin pendidikan bukan hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga membangun generasi yang peduli, berakhlak, dan mencintai alam semesta. Pendidikan ramah iklim menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bumi dan kehidupan generasi mendatang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya