Berita

Ilustrasi

Nusantara

Pramono Bantah Jakarta Kota Terpadat di Dunia

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 15:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Jakarta bukan termasuk kota terpadat di dunia. Menurutnya, kepadatan penduduk di Jakarta saat ini seharusnya masuk dalam peringkat 30 dunia.

Hal ini disampaikannya menanggapi hasil laporan dari PBB yang menobatkan Jakarta sebagai kota terpadat di dunia.

"Jadi menurut saya sebenarnya kalau disampaikan Jakarta kota terpadat, salah. Karena Jakarta dalam kepadatan adalah kota kepadatan nomor 30 sebenarnya," ujar Pramono, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Desember 2025.


Perbedaan pendapat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai jumlah kepadatan penduduk Kota Jakarta dikarenakan adanya perbedaan metode perhitungan.

Pramono menjelaskan, laporan PBB 2025 yang menyebutkan Jakarta sebagai kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk karena dihitung berdasarkan data aktivitas harian, bukan jumlah penduduk resmi.

"Tetapi memang kemarin karena aglomerasi itu dianggap Jakarta, penduduknya menjadi 42 juta mengalahkan Bangladesh, New Delhi, Tokyo, dan sebagainya," jelasnya.

Meski demikian, laporan PBB mengenai kepadatan penduduk Jakarta tersebut akan dijadikannya sebagai referensi untuk terus membangun dan memperbaiki Jakarta.

"Tetapi bagi saya itu merupakan referensi untuk kita semakin giat membangun, memperbaiki Jakarta," kata Pramono.

Berdasarkan data Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta tercatat 11.010.514 jiwa. Jumlah ini dihitung berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang teregistrasi beralamat di Jakarta.

Meski demikian, Jakarta sebagai pusat ekonomi juga menjadi tempat aktivitas bagi jutaan masyarakat yang berasal dari wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, maupun Bekasi. Mereka datang ke Jakarta untuk bekerja, bersekolah, berbisnis, berobat, dan lain sebagainya.

Karena itu, jumlah penduduk sebesar 42 juta jiwa yang tercatat dalam laporan PBB merupakan jumlah orang yang beraktivitas di Jakarta, bukan penduduk yang memiliki KTP Jakarta.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya