Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Nusantara

Kemenag Galang Dana dan Serukan Ekoteologi Pasca Bencana Sumatera

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 12:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat membawa pesan harapan dan bantuan nyata. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa respons kemanusiaan adalah prioritas utama, didukung seruan moral tentang pentingnya menjaga alam.

Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dampak bencana yang masif tersebut. Dalam waktu singkat, Kemenag berkolaborasi dengan lembaga-lembaga keagamaan besar seperti Baznas, Poroz, FOZ, dan pihak lain.


“Kami sangat prihatin. Dalam waktu sangat singkat, kami berhasil menghimpun sekitar Rp155 miliar. Dana ini akan segera digunakan untuk kebutuhan mendesak para penyintas,” ujar Menag Nasaruddin Umar, di Jakarta, dikutip Selasa 2 Desember 2025.

Kecepatan respons Kemenag didukung oleh jaringannya yang terperinci hingga ke akar rumput. Berkat jejaring Kantor Urusan Agama (KUA), majelis taklim, imam masjid, dan unit lintas agama, laporan kondisi lapangan dapat terintegrasi ke pusat secara real time.

Selain bantuan materi, Menag menegaskan fokus tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis dan semangat masyarakat. Kebijakan khusus pun disiapkan bagi madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan yang rusak parah, agar musibah tidak menambah beban baru bagi mereka.

Lebih dari sekadar respons bencana, Menag Nasaruddin Umar menjadikan momen ini sebagai seruan moral yang mendalam kepada seluruh elemen bangsa. Ia mengajak media untuk menyuarakan pesan ekoteologi sebagai landasan moral dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Menag menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini adalah kerusakan alam yang diakibatkan oleh perilaku manusia. Isu Ekoteologi, yaitu kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan, dinilai sangat relevan dan mendesak.

“Bahasa agama sangat efektif untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya bersahabat dengan lingkungan. Merusak alam adalah dosa, dan memperbaiki alam adalah amal pahala,” tegasnya.

Menag berharap kesadaran ekologis ini dapat bertransformasi menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Ia menutup dengan apresiasi tinggi kepada media dan Humas Kemenag atas "jihad" mereka dalam menyebarkan informasi konstruktif dan membangun optimisme publik, sekaligus menjaga keharmonisan kebangsaan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya