Berita

Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR bersama Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025. (Foto:RMOL/Faisal Aristama)

Politik

BMKG Wanti-wanti Potensi Bencana Hidrometeorologi, Ini Daerahnya

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 17:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi curah hujan tinggi dan ancaman bencana hidrometeorologi akibat bibit siklon di perairan selatan Indonesia. Ini diprediksi akan terjadi selama periode November 2025 sampai Februari 2026.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 1 Desember 2025. 

"Bahwa periode pada November sampai Februari nanti, ini sekarang kita masuk Desember, bahwa ada ancaman terjadinya atau terbangkitnya bibit siklon di perairan selatan dari Indonesia," ungkap Teuku Faisal.


Adapun, beberapa yang berpotensi terdampak mulai dari Bengkulu, Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua Tengah dan Papua Selatan.

Daerah itu disebut rawan terjadi bibit siklon yang bisa berkembang menjadi siklon tropis. Akibatnya, ada potensi curah hujan tinggi, bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.

"Ini adalah daerah-daerah yang rawan terjadinya bibit siklon yang dapat berkembang menjadi siklon tropis. Tentunya akan ada ancaman curah hujan tinggi, bencana hidrometeorologi, dan juga gelombang tinggi," ujarnya.

Atas dasar itu, BMKG memperingatkan siklon tropis yang jauh lebih tinggi dan lebih kuat terjadi di provinsi dengan wilayah padat penduduk.

"Kita perlu bersiap juga apabila siklon tropis dengan kategori yang lebih tinggi, lebih kuat, itu terjadi pada daerah-daerah atau provinsi yang padat penduduknya. Ini kesiapsiagaan perlu kita siapkan mulai sekarang," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya