Berita

Acara Gathering, Charity & Golf Tournament digelar Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia di Sedayu Indo Golf, PIK, Jakarta Utara, Minggu, 30 November 2025. (Foto: dok. Kadin)

Bisnis

Sinergi Bisnis-Pemerintah Ala Kadin: Golf, Charity, dan Target Ekonomi 8%

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 19:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Mengapa dunia usaha dan pemerintah harus membangun komunikasi yang lebih akrab? Jawabannya terlihat jelas dalam acara Gathering, Charity & Golf Tournament yang digelar Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia di Sedayu Indo Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 30 November 2025.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, M. Arsjad Rasjid, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi sarana memperkuat silaturahmi dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan dunia usaha.

“Kolaborasi tidak cukup hanya di ruang formal. Interaksi sosial seperti olahraga bersama bisa menciptakan komunikasi yang lebih luwes dan akrab,” ujar Arsjad.


Acara ini dihadiri pengurus Dewan Pertimbangan Kadin dari berbagai daerah, pengurus Kadin Indonesia, anggota DPR RI, serta perwakilan asosiasi pengusaha. Selain networking, kegiatan ini juga menampilkan aksi sosial berupa penggalangan dana Rp1 miliar untuk membantu korban bencana di Sumatra, sebagai wujud kepedulian Wantim Kadin.

Arsjad menekankan, dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan ekonomi.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, semua pemangku kepentingan harus bekerja sama,” tegasnya.

Menurut Arsjad, kegiatan seperti ini juga bagian dari persiapan Rapimnas Kadin Indonesia 2025, setelah sebelumnya digelar Rapat Pleno dan Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta, Jumat (28/11). Aspirasi yang terbangun dalam forum informal ini akan dirumuskan untuk disampaikan dalam Rapimnas.

Tidak hanya dunia usaha, anggota DPR RI pun menekankan pentingnya kolaborasi ini. Andi Achmad Dara dari Komisi XI DPR RI menilai Wantim Kadin menjadi mitra strategis legislatif, terutama untuk memberikan masukan terkait belasan RUU bidang ekonomi yang masuk Prolegnas, termasuk RUU Kadin, RUU Sistem Perekonomian Nasional, RUU Perindustrian, dan RUU Kawasan Industri.

“Komunikasi yang baik antara DPR dan Wantim Kadin akan menopang program pembangunan pemerintah, khususnya sektor ekonomi,” ujar Andi.

Arsjad menambahkan, kolaborasi juga menjadi kunci untuk merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Selain networking dan aksi sosial, kegiatan ini menghadirkan suasana santai yang memungkinkan pemangku kepentingan dunia usaha dan pemerintah saling bertukar pandangan secara langsung. Menurut Arsjad, interaksi informal seperti ini justru lebih efektif dalam membangun kepercayaan dan kesepahaman.

“Kami berharap sinergi yang terbentuk bisa memperkuat daya saing ekonomi nasional dan mendorong pencapaian target-target pembangunan pemerintah,” pungkas Arsjad.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya