Berita

Peresmian Early Warning System (EWS) Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Sabtu, 29 November 2025. (Foto: Divhumas Polri)

Presisi

Hadirkan Langkah Mitigasi

EWS Gunung Lewotobi Laki-laki Diresmikan Wakapolri

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 01:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan Early Warning System (EWS) Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Sabtu, 29 November 2025. 

Peresmian ini dilakukan di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, dan menjadi bagian dari rangkaian Bakti Sosial Alumni Akpol 1990 Batalyon Dhira Brata sebagai persembahan 35 tahun pengabdian kepada masyarakat. 

Kehadiran EWS ini diproyeksikan sebagai instrumen vital untuk mitigasi bencana secara cepat sehingga masyarakat dapat menerima peringatan lebih dini sebelum terjadi ancaman erupsi atau kondisi geologi lainnya.


Komjen Dedi menegaskan bahwa pembangunan sistem peringatan dini ini merupakan bukti nyata keseriusan Polri dalam mengutamakan keselamatan publik. 

“Early Warning System ini bukan sekadar simbol teknologi, tetapi wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi keselamatan jiwa masyarakat. Sistem ini kita hadirkan agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” ujar Komjen Dedi. 

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama mengingat data Polri mencatat terdapat 178 kejadian bencana dalam sepekan terakhir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. 

Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, hingga letusan gunung berapi, dengan Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi wilayah terdampak terbesar akibat putusnya akses jalan, terisolasinya permukiman dan menipisnya ketersediaan logistik.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai wilayah terdampak berupa bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan harian, dukungan dapur lapangan dan layanan SPPG, serta mengerahkan tenaga medis dan tim trauma healing untuk membantu proses pemulihan masyarakat pascabencana. 

Khusus di Flores Timur, EWS dibangun sebagai langkah antisipatif menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang saat ini berstatus Level IV/Awas. Komjen Dedi menegaskan pentingnya sistem peringatan dini tersebut sebagai garis pertahanan pertama dalam penanggulangan risiko. 

“Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini masih berstatus Level IV atau Awas. Early Warning System hadir sebagai bagian dari infrastruktur keamanan nasional,” tandasnya.

Diresmikannya EWS ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Pululera. Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan sistem ini oleh Polri. Menurutnya, alat pendeteksi dini sangat dibutuhkan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih terjadi dan berpotensi menimbulkan erupsi sewaktu-waktu. 

“Kami merasa dengan kehadiran alat ini dapat membantu, karena sebagian besar masyarakat memiliki aktivitas usaha tani, dan banyak warga yang memiliki lahan di radius 6 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Desa kami sendiri berada pada radius sekitar 7 kilometer,” jelasnya.

Wakapolri juga memberikan penghargaan kepada Batalyon Dhira Brata Alumni Akpol 1990 yang turut menggagas serta mendukung pembangunan EWS sebagai wujud bakti 35 tahun pengabdian. 

Menurut Komjen Dedi, semangat pengabdian Dhira Brata adalah cerminan nyata bahwa kehadiran Polri bukan hanya melalui tindakan operasional, tetapi juga dengan memastikan perlindungan keselamatan masyarakat dapat dirasakan hingga pelosok tanah air.

Sistem EWS ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia melalui kolaborasi Polri, pemerintah daerah, Forkopimda dan masyarakat. 

Polri menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan dalam kesiapsiagaan, mitigasi, serta respon cepat terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu demi keselamatan warga bangsa.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya