Berita

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam pernyataan video yang diterima pada Sabtu, 29 November 2025. (Foto: Dok Kemlu RI)

Dunia

7 WNI Jadi Korban Kebakaran Hongkong, KJRI Aktifkan Posko Darurat

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 15:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman Wangfukot, Taipo, Hongkong. 

Hingga Jumat malam, 28 November, otoritas setempat mencatat 128 korban meninggal dunia dan 79 lainnya luka berat, termasuk 7 warga negara Indonesia (WNI).

“Kami dengan sangat berduka mengkonfirmasi bahwa terdapat 7 warga negara Indonesia yang meninggal dunia dan seluruhnya adalah pekerja migran Indonesia sektor domestik. Terdapat satu orang WNI lainnya yang masih menjalani perawatan dan dalam kondisi yang stabil,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangan yang diterima Sabtu, 29 November 2025.


Ia menyebutkan, terdapat sekitar 140 WNI yang bekerja sebagai pekerja domestik di kawasan tersebut. Hingga kini, KJRI Hongkong telah berhasil mengonfirmasi kondisi 61 orang, termasuk para korban meninggal dunia, sementara 79 lainnya masih dalam proses pencarian.

Menurut Yvonne, pemerintah melalui KJRI Hongkong telah bergerak sejak awal kejadian pada Rabu, 26 November, dengan berkoordinasi bersama otoritas setempat, membuka posko darurat di KJRI untuk layanan informasi, memberikan penampungan sementara, mengirim tim ke lapangan untuk verifikasi korban terdampak, serta menyalurkan bantuan logistik.

Selain bantuan kemanusiaan, pemerintah juga memastikan dukungan administratif bagi WNI terdampak melalui fasilitasi dokumen perjalanan serta koordinasi dengan komunitas Indonesia di Hongkong agar seluruh WNI terdata dan tertangani.

Saat ini, otoritas Hongkong masih melakukan penyelidikan dan telah menahan 11 tersangka dengan tuntutan manslaughter. Kemlu mengimbau WNI di Hongkong untuk mengikuti instruksi pihak berwenang dan segera menghubungi KJRI apabila membutuhkan bantuan.

“Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia akan terus memonitor dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” tandas Yvonne.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:58

Standarisasi Kemasan Rokok Dinilai Berpotensi Merugikan Pedagang Kaki Lima

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:43

Soal Opini Bahlil yang Sebut Kurban Wajib bagi Setiap Muslim, Ini Respons Komisi Fatwa MUI

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:27

Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:07

Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:36

Penyidik Dalami Dokumen Ekspor Sawit, Kasus Under Invoicing Terus Bergulir

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:24

IHSG di Akhir Mei 2026 Tertekan, Asing Net Sell Jumbo Rp8,5 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:16

Bukan Sekadar Kurban, Begini Cara Galeri 24 Sampaikan Makna Berbagi di Hari Raya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 di Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:03

Opini Bahlil di Kompas Disoal: Tidak Tepat Samakan Kurban dengan Zakat Fitrah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:47

Selengkapnya