Berita

Kebakaran kawasan apartemen di Hong Kong (Tangkapan layar YouTube DW)

Global

Duka Mencekam di Hong Kong: 7 Pekerja Indonesia Tewas dalam Kebakaran Maut Wang Fuk Court

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tragedi kebakaran yang melanda kawasan apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, terus menyisakan duka mendalam. 

Insiden yang dimulai Rabu sore, 26 November 2025, ini dengan cepat melonjak hingga mencapai tingkat peringatan tertinggi, "No. 5 alarm," dan telah merenggut banyak nyawa.

Hingga Jumat malam, 28 November 2025, total korban meninggal dunia mencapai 128 orang, dengan 79 orang lainnya luka serius dan masih dirawat di 15 rumah sakit.



7 WNI Korban Jiwa, KJRI Kejar 79 PMI yang Belum Terkonfirmasi

Redaksi menerima konfirmai tertulis dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong bahwa total 7 orang WNI dipastikan meninggal dunia dalam peristiwa duka ini, dan seluruhnya adalah perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik.

KJRI Hong Kong mengonfirmasi kabar duka ini setelah koordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF) yang melaporkan jumlah korban.

"Satu PMI lain sedang dirawat namun dalam kondisi stabil dan menunggu pemulihan," tulis KJRI Hong Kong.

KJRI mencatat sekitar 140 WNI/PMI bekerja di kompleks perumahan Wang Fuk Court. Dari jumlah tersebut, baru 61 orang (termasuk korban meninggal) yang berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya. Artinya, 79 PMI lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya oleh tim KJRI.


Respons Kilat KJRI: Posko Kedaruratan Dibuka

Untuk menangani krisis ini, KJRI Hong Kong langsung bergerak cepat.  Tim dikirim ke lokasi kejadian sejak Kamis pagi untuk identifikasi, verifikasi, dan mendistribusikan bantuan logistik (makanan, minuman, dan sanitary pack).

Posko kedaruratan dibuka di gedung KJRI sejak Rabu malam dan diperluas dengan mendirikan Posko di Tai Po Community pada Jumat pagi.

Selain verifikasi dan distribusi bantuan, posko juga memfasilitasi penerbitan ulang Paspor RI yang hilang serta menjaring informasi dari simpul-simpul masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Hong Kong terus melakukan penyidikan intensif terkait penyebab kebakaran. Sebanyak 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas tuntutan manslaughter (pembunuhan tidak disengaja).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya