Berita

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 sekaligus Komisaris cucu perusahaan BUMN, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Revitriyoso Husodo. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Hukum

Komisaris Cucu BUMN Polisikan Akun Medsos Gegara Dituduh Komunis

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 02:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 sekaligus Komisaris cucu BUMN, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Revitriyoso Husodo melaporkan sejumlah akun media sosial (medsos) ke Polda Metro Jaya pada Kamis malam, 27 November 2025.

Revitriyoso mengaku tidak tidak terima dituduh sebagai keturunan komunis oleh sejumlah akun media sosial. Tak cuma itu, ia juga dianggap menolak mantan Presiden Soeharto menerima penghargaan gelar pahlawan nasional.

"Pernyataan itu tidak benar. Saya tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu," kata Revitriyoso kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 28 November 2025. 


Laporan Revitriyoso teregister dengan nomor: LP/B/8573/XI/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 27 November 2025. Sejumlah terlapor dijerat pasal berlapis yakni tentang penyerangan kehormatan nama baik, hingga terkait fitnah dan pencemaran nama baik yang diatur dalam Undang-Undang Transaksi dan Informasi Elektronik (UU ITE) Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27A dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Dalam kesempatan tersebut, Revitriyoso juga tegas membantah tuduhan sebagai relawan Joko Widodo (Jokowi) yang disisipkan dalam barisan pendukung Presiden Prabowo Subianto. 

"Saya tegak lurus kepada Presiden Prabowo. Gerak 08 adalah relawan Prabowo," kata Revi. 

Kuasa hukum Revitriyoso, Tuti Widyaningrum menambahkan bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi sejumlah akun media sosial yang diduga melakukan penyerangan nama baik, fitnah dan pencemaran nama baik kliennya. Salah satunya akun Instagram @manggtua6 yang menyebut Revitriyoso bercita-cita jadi pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI).

Berikutnya akun Facebook Pilar Nika, serta video pendek dari akun YouTube @bintanglima-e8g.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya