Berita

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari. (Foto: Dok. BNPB)

Nusantara

Korban Meninggal Dunia Bencana Sumut Naik 2 Kali Lipat

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 16:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara (Sumut) meningkat dua kali lipat per hari ini, Jumat, 28 November 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Jumat, 28 November 2025.

Dia menjelaskan, dari beberapa kabupaten yang terdampak banjir dan tanah longsor, Tapanuli Tengah menjadi wilayah yang paling banyak memakan korban.


"Update data dari Bupati Tapanuli Tengah kemarin sore, di Tapanuli Tengah ada 34 jiwa meninggal dunia dan 33 orang masih dinyatakan hilang," ujar Abdul Muhari.

Sementara di Tapanuli Selatan, korban jiwa mencapai 13 orang dan 3 orang masih dinyatakan. Kemudian di Pakpak Bharat ada 1 korban meninggal dunia, dan Tapanuli Utara 3 korban meninggal dunia serta 5 orang belum ditemukan.

"Sebelumnya kami juga menyesuaikan angka korban jiwa dari pemerintah daerah Kabupaten Humbang Hasundutan. Lima korban yang sebelumnya disampaikan ini dikoreksi oleh pemerintah daerah, angkanya menjadi 4 korban meninggal dunia dan 4 hilang," sambungnya.

Lebih lanjut, Abdul Muhari memastikan jumlah korban meninggal dunia dan hilang masih mengalami perubahan, sebab pendataan masih dilakukan BNPB bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga stakeholder terkait yang terlibat dalam Tim SAR.

"Ada korban hilang yang sebelumnya mungkin tercatat sebagai korban jiwa meninggal dunia ternyata yang bersangkutan masih hidup, dan ini kemudian kami koreksi," katanya.

"Sehingga secara total kumulatif Sumatera Utara di Tapanuli Tengah itu ada 34 meninggal dunia, Tapanuli Selatan ada 13, Pakpak Bharat 1, Tapanuli Utara 5 dan Humbang Hasundutan ada 4," tutup Abdul Muhari.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya