Berita

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Hingga Malam Keppres Rehabilitasi Ira Puspadewi Belum Diterima KPK

RABU, 26 NOVEMBER 2025 | 20:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hingga saat ini KPK belum menerima salinan surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait rehabilitasi mantan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi dan dua orang lainnya.

Salinan Keppres tersebut menjadi dasar KPK untuk menindaklanjuti perkara korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry Persero yang menjerat Ira dan dua mantan direksi ASDP, yakni Harry Muhammad Adi Caksono dan Muhammad Yusuf Hadi.

Namun hingga Rabu malam, 26 November 2025, salinan Keppres yang seharusnya diserahkan Kementerian Hukum belum sampai di meja KPK.


"Sampai saat ini KPK masih menunggu surat keputusan rehabilitasi dari presiden sebagai dasar tindak lanjut terkait para pihak yang sudah ditetapkan tersangka dan sudah diputus bersalah," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu malam, 26 November 2025.

Nantinya setelah Keppres diterima, KPK akan melakukan beberapa proses administrasi di pimpinan yang didisposisikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Barulah setelah itu, proses rehabilitasi bisa dijalankan terhadap Ira, Harry, dan Yusuf.

"(Keppres) agar KPK bisa menindaklanjuti pada ranah kebijakan tersebut, yaitu pemberian rehabilitasi," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya