Berita

Yulian Gunhar. (Foto: Liputan6)

Politik

PDIP Tanggapi Sindiran PSI Soal Nenek-Nenek Masih Pimpin Partai: Jaga Etika Politik!

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 21:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Yulian Gunhar menanggapi keras pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali yang menyinggung sosok nenek-nenek yang sudah puluhan tahun memimpin partai. Gunhar mempertanyakan maksud dan kepentingan di balik pernyataan tersebut.

“Maksudnya siapa? Masalahnya apa? Jangan bicara sindiran seolah paling benar. PSI jangan campuri urusan partai lain,” kata Gunhar dalam keterangannya, Senin 24 November 2025.

Gunhar menegaskan PSI seharusnya menjaga etika politik, terlebih selama ini membawa narasi politik anak muda.


“Dalam membangun peradaban politik, kita harus saling menghormati kewenangan masing-masing partai. Jangan mencampuri rumah tangga partai lain,” tegasnya.

Gunhar menyayangkan PSI yang kini diisi tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak gagal dalam politik.

“Kita prihatin melihat partai yang punya potensi besar dan dipimpin anak-anak muda, tapi kenapa ada kader-kadernya yang baru bergabung justru rekam jejaknya kalah dan gagal? Jangan alihkan isu dengan menyerang pihak lain,” lanjut Gunhar.

Gunhar menyatakan PDIP selama ini menjaga etika demokrasi dan tidak pernah mengomentari urusan internal partai mana pun. Namun ia menegaskan PDIP tidak akan tinggal diam jika PSI terus memicu konfrontasi.

“Kami menjaga etika dengan tidak menyinggung partai mana pun. Tapi kalau mau gas-gasan, kita juga siap gas-gasan. Jangan kira PDIP tidak siap,” ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Ali menyampaikan bahwa tidak ada yang salah jika Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terlibat dalam politik setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden. Ia lantas membandingkan dengan mantan Presiden lain yang memimpin partai politik meski sudah berusia lanjut, meski tidak menyebut nama secara langsung.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Ali saat memberi arahan dalam Rakorwil PSI se-Kepulauan Riau di Batam, Sabtu (22/11) malam.

“Sialnya Pak Jokowi ini, dia dihina dan dimaki-maki. Tapi ketika dia melawan, dia disuruh jadi negarawan. Terus ketika dia bicara politik, dibilang waktunya beristirahat. Loh, ada nenek-nenek yang sudah puluhan tahun jadi ketua partai,” kata Ali.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya