Berita

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan) dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Minggu malam, 23 November 2025. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Gus Yahya: Semua Dinamika PBNU Harus Kembali ke AD/RT

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 01:18 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh polemik terkait desakan pemakzulan dirinya harus dikembalikan pada sistem konstitusi organisasi. 

“Dalam Nahdlatul Ulama ini ada sistem aturan, ada konstitusi yang jelas. Jadi statement atau artikulasi dari siapapun harus diukur dengan aturan-aturan yang ada. Termasuk rapat badan Syuriyah kemarin berikut risalahnya, semua harus diukur dengan sistem konstitusi organisasi,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Minggu malam, 23 November 2025.

Menurut dia, tidak ada satu pun kiai yang mendukung langkah rapat harian Syuriyah yang sebelumnya mengeluarkan risalah berisi permintaan pengunduran diri dirinya dari jabatan Ketum PBNU.


“Tidak ada suara lain dari para kiai kecuali menyesalkan apa yang terjadi dalam rapat harian Syuriyah itu. Semuanya menghendaki agar semua persoalan dikembalikan pada AD/RT. Kalau pun ada kekurangan, harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam Silaturahim Alim Ulama yang dihadiri 50-60 kiai dari seluruh Indonesia itu, seluruhnya memberikan pandangan senada: menginginkan penyelesaian struktural, bukan eskalasi konflik.

Lebih jauh, Gus Yahya memastikan bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki kewenangan memecat mandataris muktamar.

“Rapat harian Syuriyah itu tidak memiliki legal standing untuk memberhentikan mandataris. Mengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris. Apa yang disebut keputusan rapat harian Syuriyah itu tidak dapat dieksekusi dan tidak memiliki kekuatan mengikat,” tegasnya.

Dia menilai kekisruhan yang terjadi justru dipicu informasi yang tidak lengkap.

“Informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas itu jadinya fitnah. Fitnah itu perbuatan tidak adil dan dampaknya bisa berat. Karena itu semua harus diklarifikasi, dan prasangka harus dihentikan,” beber dia.

Para kiai yang hadir, lanjut Gus Yahya, sepakat untuk segera menggelar silaturahmi skala besar melibatkan para kiai sepuh PBNU.

“Tempatnya sudah disepakati, yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Tinggal menunggu penetapan waktu dari para kiai sepuh,” tutupnya.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya