Berita

NCA. (Foto: Police Oracle)

Dunia

Inggris Ungkap Jaringan Pembiayaan Perang Rusia di Ukraina

SABTU, 22 NOVEMBER 2025 | 16:50 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) mengungkap jaringan pencucian uang bernilai miliaran Dolar AS yang beroperasi di Inggris menyalurkan dana ke perang Rusia di Ukraina.

Temuan ini diumumkan Jumat, 21 November 2025 sebagai bagian dari “Operation Destabilise”.

Jaringan tersebut menggunakan ratusan kurir di 28 kota di Inggris untuk mengumpulkan uang tunai hasil narkotika, senjata, dan kejahatan siber.


Dana itu lalu dikonversi cepat ke mata uang kripto dan dipindahkan lintas negara.

Sejauh ini, 128 orang ditangkap dan lebih dari £25 juta disita dalam bentuk uang tunai dan kripto.

"Untuk pertama kalinya, kami mengaitkan perdagangan narkoba di komunitas kami hingga ke tingkat kejahatan terorganisir tertinggi, geopolitik, penghindaran sanksi, industri Rusia, kompleks militer, dan aktivitas yang terkait dengan negara," kata Wakil Direktur NCA untuk Kejahatan Ekonomi, Sal Melki.

Melansir France24, NCA menemukan sebagian aliran dana disalurkan melalui Bank Keremet di Kirgistan.

Bank itu diakuisisi secara diam-diam oleh Altair Holding SA pada 25 Desember 2024, perusahaan yang dikaitkan dengan bos jaringan TGR, George Rossi.

Bank Keremet kemudian membantu memindahkan uang untuk Promsvyazbank, bank milik negara Rusia yang mendukung industri militer.

Departemen Keuangan AS telah menuding Bank Keremet karena membantu Kremlin menghindari sanksi.

NCA menegaskan jaringan Smart dan TGR menjadi pusat aktivitas pencucian uang tersebut.

Keduanya membantu klien Rusia mengalihkan dana ke Inggris dan menghindari pembatasan finansial.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya