Berita

Logo UNIFIL (YouTube @UNIFILVIDEOUNIT

Dunia

PBB: Israel Lakukan 10 Ribu Pelanggaran di Wilayah Lebanon

SABTU, 22 NOVEMBER 2025 | 15:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan lebih dari 10 ribu pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diberlakukan pada akhir 2024.

UNIFIL merinci bahwa sejak November 2024 telah terjadi sekitar 7.500 pelanggaran udara serta 2.500 pelanggaran darat di utara Garis Biru di dalam wilayah Lebanon.

“Ketenangan yang rapuh berlaku di sepanjang Garis Biru,” tulis UNIFIL, seperti dikutip dari Middle East Monitor pada Sabtu, 22 November 2025.


Garis Biru sendiri merupakan garis penarikan Israel dari Lebanon pada tahun 2000. Untuk menjaga situasi tetap terkendali, UNIFIL bekerja sama dengan tentara Lebanon melakukan patroli harian guna mencegah eskalasi dan memulihkan stabilitas di Lebanon selatan. 

Badan tersebut juga melaporkan telah menemukan lebih dari 360 gudang senjata terbengkalai yang kemudian diserahkan kepada tentara Lebanon.

Pemerintah Lebanon sebelumnya menyetujui rencana militer agar seluruh kepemilikan senjata berada sepenuhnya di bawah kontrol negara. Namun, Hizbullah tetap menolak menyerahkan persenjataannya.

UNIFIL turut menyoroti aksi terbaru Israel yang membangun tembok baru di dalam wilayah Lebanon, dekat Garis Biru.

“Sebuah tembok beton berbentuk T didirikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di barat daya Yaroun. Survei memastikan tembok itu menerobos Garis Biru, membuat 4 ribu meter persegi teritori Lebanon tidak bisa diakses oleh warga,” ujar UNIFIL.

Pembangunan struktur tersebut disebut sebagai pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta kedaulatan Lebanon.

Sementara itu, pihak Israel membantah tudingan tersebut dan mengklaim bahwa tembok itu dibangun pada 2022 sebagai bagian dari rencana yang lebih luas.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya