Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pemerintah Siapkan RPP Demutualisasi BEI

SABTU, 22 NOVEMBER 2025 | 15:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai amanat UU P2SK. Aturan ini akan mengubah BEI dari bursa berstruktur mutual, yang dimiliki anggota bursa, menjadi perseroan dengan kepemilikan lebih terbuka.

Menurut Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystallin, demutualisasi penting untuk memisahkan keanggotaan dan kepemilikan, mengurangi konflik kepentingan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan profesionalisme dan daya saing pasar modal Indonesia. Banyak bursa dunia, termasuk Singapura, Malaysia, dan India, telah lebih dulu menerapkan model ini.

Transformasi ini diharapkan membuat BEI lebih adaptif terhadap dinamika global dan mempercepat pengembangan produk pasar, mulai dari derivatif hingga instrumen pembiayaan infrastruktur dan transisi energi. Namun keberhasilannya membutuhkan penguatan ekosistem, termasuk peningkatan free float emiten agar pasar lebih likuid.


Di sisi permintaan, pemerintah menyiapkan kebijakan untuk memperkuat peran investor domestik, terutama institusi seperti dana pensiun. Salah satunya adalah mekanisme cut loss untuk memberi kepastian investasi dan mendorong mereka menjadi anchor investors.

Pengalaman India menjadi rujukan, di mana dalam satu dekade, reformasi tata kelola hingga digitalisasi melonjakkan kapitalisasi pasarnya dari 1,56 triliun Dolar AS menjadi 5,17 triliun Dolar AS.

RPP demutualisasi kini disusun melalui kajian teknis dan konsultasi luas. Tujuannya untuk memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang dan menopang transformasi Indonesia menuju negara maju.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya