Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden)

Dunia

Kebijakan Bebas Visa Jadi Katalis Baru Kerja Sama Ekonomi RI-Afrika Selatan

SABTU, 22 NOVEMBER 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai kebijakan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan menjadi terobosan penting untuk mempercepat mobilitas pelaku usaha dan masyarakat kedua negara.

Kebijakan ini disebut sebagai katalis baru untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan.

“Dengan kebijakan bebas visa, mobilitas pelaku usaha, investor, dan masyarakat akan semakin mudah, dan ini akan membuka peluang baru yang lebih besar bagi kedua negara,” ujar Gibran dalam forum Indonesia-Africa CEO Forum 2025 di Johannesburg pada Jumat, 21 November 2025.


Selain mengapresiasi kebijakan tersebut, Gibran menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap dunia usaha. Ia memperkenalkan jajaran menteri, wakil menteri, serta duta besar yang hadir dalam forum dan memastikan mereka siap membantu tindak lanjut kerja sama, termasuk jika muncul kendala teknis di lapangan.

Wapres juga menyinggung kunjungan Presiden Afrika Selatan ke Indonesia beberapa waktu lalu, yang disebutnya sebagai bukti komitmen mendalam dalam memperkuat hubungan bilateral. 

Ia menilai Afrika sebagai mitra strategis jangka panjang dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Afrika adalah masa depan, dan Indonesia ingin membangun masa depan bersama Afrika,” tegasnya.

Dari pihak Afrika Selatan, Director General Department of Trade, Industry and Competition, Simphiwe Hamilton, menyampaikan bahwa forum ini menjadi pilar penting bagi kemitraan jangka panjang.

“Forum ini bukan hanya pertemuan bisnis, tetapi sinyal kuat bahwa kolaborasi Indonesia dan Afrika Selatan bergerak menuju kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan pembangunan bagi kedua wilayah,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya forum ini, kedua negara berharap realisasi investasi dapat dipercepat, peluang perdagangan baru terbuka, dan peran sebagai motor pertumbuhan kawasan Global South semakin menguat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya