Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Rebound Berkat Harapan The Fed

SABTU, 22 NOVEMBER 2025 | 09:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham AS mengakhiri pekan dengan semangat rebound yang kuat. Ketiga indeks utama ditutup menguat signifikan didorong oleh meningkatnya spekulasi investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga pada bulan Desember.

Meskipun demikian, penguatan tersebut tidak cukup menolong, sebab secara mingguan, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tetap mencatat kerugian di tengah kekhawatiran besar tentang valuasi saham teknologi yang dianggap sudah terlalu tinggi.

Pejabat The Fed. Presiden Fed New York, John Williams, memberikan sinyal dovish (lunak) dengan mengatakan bank sentral masih bisa memangkas suku bunga "dalam waktu dekat" tanpa mengancam target inflasi.


Komentar ini langsung membalikkan sentimen pasar. CME FedWatch Tool, mengatakan peluang pemotongan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember melonjak tajam, dari 39.1 persen menjadi hampir 72 persen. Akibatnya, semua 11 sektor di S&P 500 ditutup menghijau.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones menguat 1.08 persen atau 493.15 poin pada penutupan perdagangan Jumat 21 November 2025 waktu setempat. S&P 500 menguat 0.98 persen (64.23 poin), dan Nasdaq Composite naik 0.88 persen (195.04 poin).

"Pendorong besar hari ini adalah perubahan peluang pemotongan suku bunga untuk pertemuan Fed Desember," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.

Meskipun rebound di hari Jumat, sektor teknologi mengalami minggu yang sulit. Saham perusahaan chip raksasa AI, Nvidia, anjlok turun 5.9 persen sepanjang minggu, meskipun laporan kuartalan yang dirilis sebelumnya cukup kuat. 

Di sisi lain, saham teknologi besar seperti Alphabet justru naik 3.5 persen, Apple naik 2 persen, dan Meta Platforms naik 0.9 persen berhasil memberikan dorongan signifikan pada indeks di hari Jumat. Sementara itu, saham Eli Lilly mencatat sejarah sebagai pembuat obat pertama yang menyentuh kapitalisasi pasar 1 triliun Dolar AS.

Secara keseluruhan, meskipun pasar berhasil diselamatkan dari penurunan yang lebih dalam pada Jumat berkat sinyal dari The Fed, kekhawatiran mendasar tentang valuasi teknologi dan ketidakpastian suku bunga menjelang Desember masih menjadi isu utama yang membayangi Wall Street.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya