Berita

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin (kedua dari kiri) (Dokumen istimewa)

Politik

Menteri P2MI Resmikan PasimGo Migran Center Sukabumi

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 09:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meresmikan PasimGo Migran Center di Jl. Balandongan, Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dalam acara yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KP2MI dengan SMK dan Universitas Nasional Pasim Bandung.

Turut hadir Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dr. Dwiyono, Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Mulia Nugraha, Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki, serta Rektor Universitas Nasional Pasim Prof. Dr. H. Armai Arief.

Mukhtarudin menyatakan, peresmian ini merupakan tindak lanjut langsung dari audiensi sebelumnya dengan Rektor Unas Pasim di Kantor KP2MI beberapa waktu lalu.


“Hari ini kita langsung wujudkan dalam bentuk MoU dan PKS agar terbentuk ekosistem yang terintegrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan yang dikutip redaksi, Jumat, 21 November 2025.

Mukhtarudin menegaskan, kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan KP2MI sebagai salah satu leading sector penyedia lapangan kerja berkualitas. 

Apalagi, lanjut Mukhtarudin, transformasi dari Badan menjadi Kementerian juga menjadi bukti keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam melindungi dan meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia.

“Kita bergeser dari penempatan pekerja low-skill ke middle-high skill, terutama di sektor welder, hospitality, care-giver, dengan penguasaan bahasa asing yang mumpuni,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran Menteri Mukhtarudin. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 15.000 pengangguran dari total 370.000 penduduk Sukabumi.

“Dengan 17 perguruan tinggi yang ada, kami akan ‘keroyokan’ mengatasi pengangguran. PasimGo Migran Center ini salah satu jawaban nyata,” kata Ayep Zaki.

Ia juga berjanji akan mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang selama hampir satu dasawarsa tidak beroperasi. “Tanggal 2 bulan depan saya akan menghadap Pak Menteri untuk mengaktifkan kembali BLK tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ayep Zaki menargetkan dalam 5–10 tahun ke depan Sukabumi menjadi kota dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia, termasuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas dan warga tanpa ijazah formal. Ia berharap Sukabumi menjadi Kota Bercahaya, bagian dari perjuangan mewujudkan Indonesia sejahtera, adil, dan makmur. 

Rektor Unas Pasim Prof. Armai Arief menambahkan, pusat pelatihan ini akan memasifkan pengajaran bahasa Jerman dan Jepang, serta segera menindaklanjuti arahan Menteri untuk menambah bahasa Italia.

"Kami sangat bersyukur Pak Menteri mendukung penuh sehingga anak-anak yang kami latih nantinya bisa bekerja dengan layak dan biaya pelatihan setelah mereka sukses,” ujar Armai.

Dengan diresmikannya PasimGo Migran Center, Sukabumi kini memiliki pusat pelatihan pekerja migran berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan kebijakan nasional, sekaligus menjadi salah satu solusi strategis menekan angka pengangguran dan kemiskinan di tingkat lokal maupun nasional.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya