Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street: Sektor Teknologi Melemah Meski Nvidia Cetak Kinerja Kuat

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street terperosok tajam setelah reli awal runtuh. Kinerja Nvidia yang sempat mengangkat saham teknologi tak mampu menahan tekanan pasar, apalagi setelah data ketenagakerjaan AS kembali memunculkan keraguan soal arah perekonomian.

Nasdaq mencatat penutupan terendah sejak 11 September, S&P 500 menyentuh level terendah sejak 10 September, sementara indeks volatilitas Cboe VIX melonjak ke titik tertinggi sejak April, naik 11,67 persen menjadi 26,42, menandakan pasar semakin gelisah.

Di akhir sesi perdagangan Kamis 20 November 2025, Dow Jones ditutup merosot 0,84 persen ke 45.752,26. S&P 500 jatuh 1,56 persen ke 6.538,76 dan Nasdaq anjlok 2,15 persen ke 22.078,05.


Saham Nvidia menjadi sorotan. Setelah sempat melesat 5 persen, saham raksasa AI tersebut justru berbalik turun 3,2 persen. Indeks semikonduktor terkoreksi 4,8 persen, memicu kekhawatiran bahwa valuasi sektor teknologi mulai terlalu tinggi. Padahal Nvidia kembali membukukan penjualan dan laba yang melampaui ekspektasi. 

"Kami melihat sesuatu yang sangat berbeda” soal masa depan AI," kata CEO Jensen Huang, dikutip dari Reuters. 

Data ekonomi AS yang sempat tertahan akibat penutupan pemerintah kini mulai dirilis beruntun dan diperkirakan akan memberi gambaran lebih jelas tentang kondisi ekonomi menjelang rapat The Fed bulan depan. Gubernur Fed Lisa Cook juga memperingatkan bahwa tingginya valuasi berbagai aset bisa memicu koreksi besar.

Di tengah tekanan pasar, hanya sektor consumer staples di S&P 500 yang bertahan, naik 1,1 persen. Teknologi turun paling dalam, anjlok 2,7 persen. 

Saham Walmart menjadi bintang hari itu dengan kenaikan 6,5 persen usai menaikkan proyeksi laba dan mengumumkan rencana pindah pencatatan saham ke Nasdaq. Saham Cisco melemah 3,76 persen. Saham Boeing juga merosot 3,40 persen. Nvidia  turun 3,09 persen. 

Perdagangan hari itu berlangsung ramai dengan volume 21,45 miliar lembar saham, di atas rata-rata 20 hari terakhir.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya