Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Realisasi Penerimaan Pajak Turun 3,8 Persen

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penerimaan pajak Indonesia hingga Oktober 2025 menunjukkan tanda-tanda melemah. Total penerimaan neto tercatat Rp1.459 triliun, baru 70,2 persen dari target Rp2.076,9 triliun. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, angka ini turun 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Masih di bawah capaian tahun lalu,” ujarnya, dalam paparan APBN KiTA di Jakarta, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 21 November 2025.

Yang paling menekan adalah PPh Badan, yang merosot hampir dua digit, yaitu turun 9,6 persen menjadi Rp237,56 triliun. 


"PPh Orang Pribadi dan PPh 21 juga tertekan dengan penurunan 12,8 persen," jelas Suahasil.

Kelompok PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 relatif stabil dengan penurunan tipis 0,1 persen, sementara PPN dan PPnBM melemah 10,3 persen akibat lonjakan restitusi pada Oktober. 

“Ada restitusi yang cukup tinggi bulan ini,” kata Suahasil.

Satu-satunya titik terang datang dari kelompok pajak lainnya yang justru tumbuh 42,3 persen menjadi Rp197,61 triliun. Namun kenaikan ini belum cukup kuat untuk menahan penurunan besar di pos-pos utama.

Tekanan pada penerimaan berimbas langsung pada kesehatan APBN. Hingga 31 Oktober, defisit melebar menjadi Rp479,7 triliun, atau 2,02 persen PDB, naik cukup tajam dibanding September yang masih Rp371,5 triliun. Jika dibandingkan tahun lalu, lonjakannya semakin terasa: defisit Oktober 2024 berada di angka Rp309,1 triliun.

Akar masalah adalah pendapatan negara yang melambat sementara belanja tetap berjalan. Total pendapatan hingga Oktober hanya mencapai Rp2.113,3 triliun, sedangkan belanja negara telah menyentuh Rp2.593 triliun, dengan belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.879,6 triliun.

Tahun fiskal 2025 memasuki fase krusial dengan penerimaan yang melemah dan belanja yang terus bergulir. Hal ini menuntut strategi penyesuaian yang lebih cermat agar APBN tetap terkendali.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya