Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

China akan Kembali Larang Impor Makanan Laut Jepang

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan geopolitik antara China dan Jepang semakin melebar, dan kini mulai berdampak langsung pada hubungan dagang, budaya, hingga pendidikan. 

Di tengah memanasnya perselisihan terkait komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi soal kemungkinan intervensi militer jika terjadi krisis Taiwan, Beijing dilaporkan akan kembali memberlakukan larangan impor makanan laut dari Jepang.

Dikutip dari laporan Japan Times, Jumat 21 November 2205, larangan ini sejatinya mengulang kebijakan pada Agustus 2023, ketika China menghentikan impor seafood Jepang setelah pembuangan air olahan dari PLTN Fukushima. Padahal, tahun lalu kedua negara baru saja sepakat membuka kembali perdagangan tersebut, dan Jepang bahkan mengirimkan pengiriman pertama hanya dua minggu lalu.


Selain menyebut alasan teknis terkait air limbah Fukushima, kini juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning juga mengaitkan larangan itu dengan pernyataan Takaichi. Ia mengatakan bahwa sekalipun produk laut Jepang diizinkan masuk, “tidak akan ada pasar” di China selama Jepang tidak menarik ucapannya.

Pemerintah Jepang membantah telah menerima pemberitahuan resmi soal larangan baru ini. Sekretaris Kabinet Minoru Kihara hanya menekankan bahwa kesepahaman kedua negara tahun lalu seharusnya dijalankan sepenuhnya.

Perselisihan ini merembet ke banyak sektor. China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak ke Jepang, termasuk bagi mahasiswa yang belajar di sana. 
Badan perfilman China juga menghentikan sementara persetujuan judul-judul film Jepang, bahkan membekukan enam film yang sebelumnya sudah mendapatkan jadwal tayang. Perusahaan hiburan besar Jepang, Yoshimoto Kogyo, sampai membatalkan penampilan mereka di Shanghai International Comedy Festival karena “alasan yang tak terhindarkan”.
Bagi Tokyo, ini posisi sulit. Menarik ucapan Takaichi dapat dianggap sebagai kelemahan dan memicu kemarahan kalangan konservatif di pemerintahan, namun bertahan dengan pernyataannya berisiko memperburuk konflik diplomatik yang sudah memanas.

Sementara itu, China terus menekankan bahwa Taiwan adalah “inti dari kepentingan intinya” dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan. Jepang sendiri sejak lama melihat potensi konflik Taiwan sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya