Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Batu Bara Turun, India Jadi Penyebab Utama

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga batu bara global di Newcastle Coal berjangka terkoreksi (turun) pada Rabu, 19 November 2025 Waktu setempat. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh situasi di India, di mana produksi batu bara turun dan stok melonjak tajam karena permintaan yang lesu.

Pasar batu bara India saat ini sedang melambat, padahal pasar global secara umum sedang menguat (rally).Hal ini disebabkan oleh tiga masalah Utama; pertama persediaan batu bara di pembangkit listrik India membengkak, mencapai 52 juta ton (cukup untuk 17 hari), naik drastis 42 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menandakan kelebihan pasokan yang besar.

Kedua, produksi batu bara India dipotong hingga 8,5 persen pada Oktober. Penurunan ini dilakukan secara sengaja (strategis) sebagai respons terhadap permintaan yang lemah, bukan karena masalah operasional.  Ketiga, permintaan listrik puncak di India hanya sekitar 240-245 GW, jauh di bawah perkiraan pemerintah (277 GW). Akibatnya, produksi listrik dari batu bara anjlok 14 persen.


Kombinasi antara stok yang menumpuk dan konsumsi yang melemah menunjukkan pemulihan permintaan pasca-musim hujan di India berjalan sangat lambat.

Harga batu bara Newcastle (Acuan Asia) melemah tipis. Kontrak November 2025 turun 0,5 Dolar AS menjadi 111 Dolar AS per ton. Kontrak jangka panjang (Desember dan Januari) juga jatuh.

Sementara Batu Bara Rotterdam (Acuan Eropa) justru menguat tipis. Kontrak November 2025 naik 0,35 Dolar AS menjadi 96,25 Dolar AS.

Singkatnya, meskipun pasar global stabil, kelebihan stok dan permintaan listrik yang lemah di India menciptakan tekanan jual yang menyebabkan harga batu bara Newcastle terkoreksi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya