Berita

Anggota Komisi VII DPR Zulfikar Hamonangan. (Foto: Dokumentasi Fraksi Demokrat)

Politik

Legislator Demokrat Ingatkan Target 80 Ribu GRE Tidak Mudah

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 20:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi VII DPR Zulfikar Hamonangan menyampaikan kritik tajam terhadap rencana pembangunan 80 ribu Gerai Rakyat Ekonomi (GRE). 

Zulfikar menilai target tersebut tidak realistis dan berpotensi membebani koperasi desa.

Ia pun mengapresiasi niat baik pemerintah, namun mengingatkan bahwa perencanaan harus berdasar kemampuan riil di lapangan. 


“Apa kata lagu Ebiet G. Ade, coba kita renungkan sejenak. Target 80 ribu GRE itu tidak mudah,” ujar Zulfikar kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 19 November 2025.

Legislator Demokrat ini mencontohkan Alfa dan Indomaret, dua jaringan ritel besar yang puluhan tahun berdiri namun masing-masing baru memiliki sekitar 23 ribu dan 21 ribu gerai. 

“Kita kadang suka berpikir halu, hidup dalam mimpi. Bagaimana mungkin GRE bisa selesai satu unit dalam 12 minggu?” tambahnya.

Zulfikar juga menyinggung beban kerja Kementerian Koperasi dan UKM yang menurutnya terlalu meluas hingga menyerupai perusahaan ritel desa.

Isu paling krusial, menurut Zulfikar adalah status aset dan skema pembiayaan pembangunan GRE senilai Rp1,6 miliar per unit. 

Zulfikar mempertanyakan apakah bangunan benar-benar akan diserahkan tanpa beban kepada koperasi atau justru menjadi utang baru.

“Jangan rusak cara pikir masyarakat desa. Mereka lebih butuh modal daripada bangunan megah yang tidak bisa mereka kelola,” ucapnya.

Zulfikar menilai, dengan penduduk sebagian desa hanya 500 orang, anggaran Rp1,6 miliar lebih baik disalurkan sebagai modal koperasi. 

“Orang gila di pinggir jalan saja lebih memilih modal Rp1 miliar daripada dibangunkan toko tanpa bisa usaha,” tegas dia.

Zulfikar juga mengingatkan potensi benturan kelembagaan jika GRE hadir tanpa koordinasi, terutama dengan Bumdes dan koperasi yang sudah ada. 

“Jangan sampai di sebelah GRE berdiri kompetitor koperasi yang sama. Ini bisa timbulkan konflik,” imbuhnya.

Zulfikar menutup pernyataannya dengan tiga poin penting, yakni pemerintah harus memprioritaskan permodalan koperasi desa, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan manajemen dan bisnis, serta pengawalan organisasi koperasi merah putih untuk jangka panjang.

“Niat baik belum tentu jadi baik kalau implementasinya tidak tepat,” tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya