Berita

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 19 November 2025. (Tangkapan layar Zoom)

Bisnis

BI Ramal Ekonomi Dunia hanya Tumbuh 3,1 Persen, Ini Biang Keroknya

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 14:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 di level 3,1 persen, lebih rendah dibanding realisasi tahun 2024. Estimasi tersebut tidak berubah dari perkiraan yang dirilis BI pada Oktober lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global kembali meningkat. 

Situasi ini dipicu oleh penghentian sementara aktivitas pemerintahan Amerika Serikat (temporary government shutdown) serta ketidakjelasan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.


"Pertumbuhan ekonomi AS masih melambat akibat berlanjutnya dampak tarif dagang maupun penghentian aktivitas pemerintah yang terlama dalam sejarah. Kondisi ini kemudian mempengaruhi lemahnya pasar tenaga kerja AS," ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu 19 November 2025.

Menurut Perry, perlambatan ekonomi juga terjadi di Jepang, China, dan India yang dipicu melemahnya permintaan domestik. 

Sementara itu, Eropa justru mencatat kinerja di atas ekspektasi, didorong konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi seiring pelonggaran kebijakan moneter pada kuartal III/2025.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan tetap 3,1 persen, lebih rendah dari realisasi 2024," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya