Berita

Hakim Konstitusi Arsul Sani. (Foto: Istimewa)

Publika

Arsul Sani Patahkan Semua Dalih Jokowi

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 02:04 WIB

SIDANG sengketa ijazah Jokowi di Komisi Informasi Pusat (KIP) dan konferensi pers Arsul Sani di Mahkamah Konstitusi seperti bertolak belakang. Satu betapa rumitnya membuktikan keaslian suatu ijazah, dan satunya lagi, betapa mudahnya membuktikan keaslian suatu ijazah. Keduanya sama-sama terjadi pada Senin 17 November 2025, pada saat yang hampir bersamaan.

Rospita Vici Paulyn yang menjadi Ketua Sidang Sengketa Ijazah Jokowi dengan menghadirkan pihak UGM, KPU, dan Polda Metro Jaya, terlihat kesal. Tiap ditanya selalu tidak tahu jawabannya. Yang diminta tak dalam penguasaannya, kata pihak UGM. Malah Pihak KPU enteng saja mengatakan dokumen terkait Jokowi sudah dimusnahkan. Bisa seenaknya gitu KPU, ya?

Dua institusi yang mestinya bisa dengan mudah menunjukkan keaslian ijazah Jokowi, justru terlihat kewalahan. Penyitaan menjadi alasan. Pemusnahan yang justru menimbulkan kecurigaan. Tak siap dua institusi ini, UGM dan KPU, dalam hal pembuktian. Jika sidang sengketa Informasi publik saja tak siap, bagaimana pula di Pengadilan? Tak terbayangkan.


Ternyata, tak salah juga apa yang dilakukan pihak Roy Suryo ss, kendati pun mereka (8 orang) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Gugatan di Komisi Informasi Pusat itu masih dalam rangka Roy Suryo cs menemukan jalan panjang soal keaslian ijazah Jokowi. Jalan panjang yang tak berujung. Belum lagi sidang di pengadilan nanti, yang bertingkat-tingkat.

Arsul Sani yang juga diduga memiliki ijazah palsu, justru menempuh jalan pendek. Jalan pendeknya, ia tak banyak cakap, langsung membuka ijazahnya. Ia tak melaporkan balik pihak yang melaporkannya ke Bareskrim. Apalagi membuat acara reunian atau Dies Natalis di kampusnya, di Polandia sana. Jauh juga memang ia memperoleh ijazah doktornya itu.

Awal mula Arsul Sani diduga memiliki ijazah doktor palsu, oleh karena kampusnya di Polandia sana, sedang terjerat perkara korupsi. Intinya, oleh otoritas setempat kampusnya itu sedang bermasalah. Tapi Arsul Sani berkilah, kalau kampusnya sedang diusut perkara korupsi, masak semua lulusan juga korupsi? Sekitar satu jam, Arsul Sani menjelaskan asal-usul ijazahnya.

Hebatnya Arsul Sani justru memulai penjelasannya dengan permintaan maaf. Sebetulnya, ia langsung ingin melakukan klarifikasi. Tapi ia harus meminta izin pimpinan MK dan MKMK terlebih dulu, sehingga baru bisa menjelaskan. Dan harus diakui, penjelasan  dari Arsul Sani begitu lengkap, jelas, runtut, rinci, dan disertai bukti-bukti autentik. Mestinya kasusnya clear.

Tak sedikit nama orang yang disebut Arsul Sani dan bisa diklarifikasi, bahwa ia memang berkuliah dan membuat disertasi dengan serius. 

Bahkan, disertasi itu diterbitkan menjadi buku oleh Kompas Gramedia. Yang paling penting, Arsul Sani membuka ijazah dan transkrip nilainya ke publik. Dan tak ada cerita salah sebut nama dosen atau bertukar posisi antara dosen pembimbing skripsi dan pembimbing akademik.

Kalau saja Jokowi melakukan apa yang dilakukan Arsul Sani baru-baru ini, maka kasus ijazah Jokowi ini tak akan berlarut-larut seperti saat ini. 

Semua dalih yang dibuat oleh Jokowi dan pendukungnya seketika itu juga batal dengan apa yang dilakukan oleh Arsul Sani, kemarin. Dan tak seperti Jokowi, Arsul Sani tak merasa direndahkan dan dihina sehina-hinanya oleh mereka yang melaporkannya.

Jadi tak perlu lagi menyalahkan pihak Roy Suryo cs. Cabut saja laporan polisi itu. Buka saja ijazah tanpa bersyarat apa-apa. Buat apa pula sidang-sidang di pengadilan itu, yang hanya akan mempermalukan diri sendiri seperti sidang di Komisi informasi itu. 

Arsul Sani sudah mencontohkan masalah ijazah ini mudah. Masak Jokowi harus membuatnya terus susah? Apalagi Jokowi juga tak dalam kondisi yang sehat-walafiat. Kalau bisa lebih mudah, kenapa harus dibikin susah?

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya