Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Beda dengan Arsul Sani, Beathor Semakin Yakin Ijazah Jokowi Palsu

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 18:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani yang dituduh memiliki ijazah doktoral palsu, berani blak-blakan dengan memperlihatkan foto-foto wisuda dan ijazah asli serta fotokopi legalisir gelar doktor dari Collegium Humanum atau Warsawa Management University Polandia.

Menurut Politikus PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, seharusnya mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi meniru langkah Arsul tersebut yang dianggap mencerdaskan bangsa karena memberi contoh transparansi pejabat negara.

Beathor menilai langkah Arsul Sani yang memperlihatkan dokumen akademiknya sebagai bentuk keterbukaan informasi publik yang seharusnya juga dilakukan oleh Jokowi. 


“Dengan tampilnya konferensi pers Prof. Dr. Arsul Sani kemarin sore membuktikan bahwa selama 20 tahun ijazah Jokowi yang tersembunyi itu adalah palsu. Ini meyakinkan rakyat Indonesia,” ujar Beathor kepada RMOL, Selasa, 18 November 2025.

Beathor juga melayangkan tudingan serius terhadap Ayah dari Gibran Rakabuming itu. Ia menyebut selama dua dekade, dokumen pendidikan palsu Jokowi dipakai untuk menjalankan jabatan publik.

Ia bahkan menuding ada pihak tertentu di KPU dan KPUD yang menghilangkan dokumen-dokumen terkait data Jokowi saat pencalonan di tingkat daerah.

Beathor menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang merusak tatanan lembaga negara, mulai dari kepolisian hingga institusi militer, serta menuduh adanya praktik jual beli jabatan.

“Akibat kepemimpinan Jokowi, semua menjadi rusak. Semua jabatan ini dan itu menjadi ga benar, semua sudah dibayar,” kata Beathor.

Beathor juga menyinggung Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus tempat Jokowi menempuh pendidikan S1. Ia mempertanyakan sikap kampus yang menurutnya terlalu membela Jokowi dan menilai reputasi UGM tergadaikan karena polemik ijazah yang terus disuarakan sebagian pihak.

“Kenapa Jokowi dan kawan-kawannya mengorbankan ijazah UGM untuk permainan politik ini? Menjadi rusaklah UGM yang seharusnya menjadi penerang,” tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya