Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan kampanye nasional 'Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” di Jakarta, Senin 17 November 2025 (Foito: BGN)

Nusantara

BGN Luncurkan Kampanye Nasional “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia”

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 09:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan kampanye nasional 'Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” di Jakarta, Senin 17 November 2025. Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak sekolah dan menegaskan bahwa akses makanan bergizi adalah hak dasar setiap anak, bukan sekadar bantuan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan panggilan untuk bertindak dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. 

“Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya,” ujar Dadan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa 18 November 2025.


Dua pesan utama kampanye ini adalah 'Anak kenyang, anak siap belajar' dan “Gizi bukan bantuan, ini hak”, menegaskan hubungan antara kecukupan gizi dengan konsentrasi belajar serta tanggung jawab kolektif masyarakat untuk memenuhinya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bagian dari kampanye, juga memberi dampak ekonomi dengan menyerap produk pangan lokal, memberdayakan petani dan UMKM, sekaligus mendukung revolusi gizi sekolah untuk membangun SDM unggul. Program ini telah diapresiasi UNICEF dan WFP sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia.

Sejak diluncurkan Januari 2025, MBG telah menjangkau jutaan anak di seluruh Indonesia. Dampaknya sudah dirasakan langsung oleh siswa, seperti Kasim dari Raja Ampat dan Almira dari Garut, yang merasakan perubahan positif setelah rutin menerima makanan bergizi di sekolah.

Kampanye ini akan disebarluaskan melalui konten kreatif, cerita lapangan, dan analisis publik untuk meningkatkan literasi gizi dan memperkuat kesadaran masyarakat secara objektif dan konstruktif.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya