Berita

Kolase mantan Presiden Joko Widodo dan Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani. (Foto: Istimewa)

Publika

Belum Terlambat Jokowi Tiru Arsul Sani

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 00:23 WIB

HAKIM Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani yang dituduh memiliki ijazah doktoral palsu, buka-bukaan. Ia menceritakan kronis dari awal hingga akhir, proses ia meraih gelar Doktor. "Sebelas tahun lamanya, jangan dicontoh, " kata Arsul Sani. Runtut, jelas, dan disertai bukti-bukti yang otentik.

Awal mula Arsul Sani dituduh memiliki ijazah doktoral palsu, oleh karena tempat ia berkuliah di Polandia sana digerebek KPK-- kalau istilah di sini. Kasusnya adalah kasus suap. Imbas dari Kampus yang dialaminya, Arsul Sani juga dituduh memperoleh ijazah dengan menyuap.

Sesimpel itulah kasusnya. Tapi mengakibatkan Asrul Sani diperiksa MKMK. MKMK ini dulu juga memeriksa Hakim MK yang memutuskan perubahan syarat, yang mengakibatkan Gibran Rakabuming Raka bisa maju pencapresan. 


Arsul diperiksa dan dinyatakan clear, hingga ia buka suara.

Arsul Sani memulai dengan meminta maaf karena baru bisa mengklarifikasi saat ini. 

Sebetulnya, ia juga ingin cepat-cepat. Tapi ia harus dapat izin pimpinan MK dan setelah pemeriksaan MKMK. Jadi, tak ada keinginan ia memperlama tak menjawab atas tuduhan tersebut.

Tidak hanya tenang, Arsul Sani juga terlihat bijaksana menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. 

Yang menarik apa lagi kalau bukan, apakah akan melaporkan balik pihak yang menuduhnya. Ia menjawab, tidak akan melaporkan balik, karena dianggap adik atau anaknya.

Seandainya Jokowi dianugerahi kebijaksanaan seperti Arsul Sani, bisa dipastikan kasus dugaan ijazah palsu yang dialami tak akan berlarut-larut sampai saat ini. Simpel. Konferensi pers, cerita dari awal sampai akhir, perlihatkan bukti-bukti, kasus selesai dan dilupakan.

Dan belum terlambat juga, kalau Jokowi mencontoh langkah yang diambil Arsul Sani, kendati kasusnya saat ini sudah ditangani Polda Metro Jaya. Konferensi pers, jelaskan semuanya, cabut laporan, selesai. Kebenaran memang tak rumit seperti yang dicontohkan Arsul Sani.

Arsul Sani memang hafal semuanya. Bahkan, sesiapa yang diwawancarai saat membuat disertasinya semua ingat. 

Apalagi disertasinya diterbitkan Kompas menjadi buku. Masih ada orang yang mengatakan doktoralnya palsu, berarti fix mereka harus dapat perlakuan khusus.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya