Berita

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi jenazah korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Basarnas)

Nusantara

BMKG Didesak Intensifkan Modifikasi Cuaca di Wilayah Rawan Longsor

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 15:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jumlah korban jiwa dalam bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Senin, 17 November 2025, tercatat 13 orang meninggal, 7 dalam pencarian, dan 823 warga mengungsi.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Irmawan mendesak BMKG dan pemerintah mengintensifkan modifikasi cuaca di wilayah-wilayah rawan longsor. 

"Kami berharap kejadian longsor di dua dusun yang memicu belasan korban jiwa kembali terulang. Apalagi hingga akhir November ini, masih besar potensi terjadinya cuaca ekstrim di berbagai daerah,” ujarnya.


Dia menjelaskan, modifikasi cuaca dapat membantu mengendalikan curah hujan sehingga intensitas hujan ekstrem dapat ditekan. Ia meminta BMKG melakukan pemetaan rinci wilayah rawan longsor untuk menentukan prioritas pelaksanaan modifikasi cuaca.

“Dengan pemetaan yang akurat, kita bisa mengetahui wilayah mana yang harus segera ditangani mengingat luasnya daerah rawan longsor,” katanya.

Irmawan menambahkan, teknik modifikasi cuaca dapat dilakukan melalui penyemaian awan menggunakan bahan semai seperti garam (NaCl). Karena itu, koordinasi antara BMKG dan kementerian/lembaga terkait dinilai perlu diperkuat agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif.

Selain mitigasi, Irmawan juga meminta Pemerintah Daerah memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, termasuk air bersih, hunian sementara, dan bahan makanan. 

“Kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan. Fokus utama adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar mereka,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya