Berita

Bendera Jepang (Foto; Wikimedia Commons)

Dunia

Blunder Soal Taiwan, Jepang Terancam Kehilangan Rp237 Triliun dari China

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan memicu protes keras dari pemerintah China. Beijing menilai ucapan Takaichi merupakan provokasi yang melanggar komitmen Jepang dalam Komunike Bersama 1972.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, bahkan mengunggah poster berbahasa Inggris dan Jepang pada Minggu, 16 November 2025, isinya mengingatkan Tokyo agar menghormati komitmennya, siapa pun pemerintah yang berkuasa.

Sementara kantor berita resmi China, Xinhua, menilai Takaichi sengaja menyeret isu Taiwan untuk membenarkan agenda keamanan Jepang yang lebih agresif. Media itu menyebut tindakan Takaichi sebagai “langkah gegabah yang mengabaikan batasan konstitusional dan mempertaruhkan keamanan kawasan.”


Beijing juga menyampaikan protes beruntun: memanggil Duta Besar Jepang di tengah malam, mengeluarkan peringatan militer, dan mengirim patroli Penjaga Pantai ke Kepulauan Diaoyu. Media pemerintah Tiongkok menyebut kesabaran Beijing “ada batasnya.”

Di dalam negeri Jepang, reaksi juga keras. Mantan PM Yoshihiko Noda menyebut pernyataan Takaichi “gegabah” dan telah menempatkan hubungan Jepang-China dalam situasi genting. Protes publik pun muncul, dengan lebih dari 100 warga berunjuk rasa di Tokyo menuntut Takaichi menarik ucapannya dan mundur.

Ketegangan ini menjalar ke sektor lain. Pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan dan studi ke Jepang, diikuti kebijakan pengembalian tiket gratis oleh sejumlah maskapai China. Seorang ekonom dari Nomura memperkirakan Jepang berpotensi kehilangan 2,2 triliun Yen (sekitar Rp237,7 triliun) akibat penurunan wisatawan China.

Sementara sejumlah analis China menilai komentar Takaichi menunjukkan pergeseran politik Jepang yang semakin ke kanan, termasuk kemungkinan meninjau ulang Tiga Prinsip Non-Nuklir. Hal ini memicu kekhawatiran baru di kawasan.

Kementerian Luar Negeri China memperingatkan bahwa perubahan kebijakan Jepang telah “mengirimkan sinyal berbahaya bagi komunitas internasional,” terutama karena pernyataan dari pejabat Jepang yang membuka kemungkinan kepemilikan kapal selam nuklir.

Dalam pernyataannya, juru bicara Kemenlu China Lin Jian menegaskan bahwa setiap upaya Jepang untuk campur tangan secara militer di Selat Taiwan akan dipandang sebagai tindakan agresi dan “pasti mendapat tanggapan tegas dari China.”

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya