Berita

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. (Foto: Istimewa)

Politik

Menteri Hanif:

Indonesia Pimpin ITPC, Komando Cegah Kebakaran Gambut

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 11:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia kembali menegaskan kepemimpinannya di panggung iklim global dengan pengelolaan gambut atau tanah basah, yang ternyata menyimpan rahasia besar bagi masa depan bumi.

Lahan gambut sebagai gudang karbon raksasa di bawah tanah. Gambut tropis di Indonesia menyimpan miliaran ton karbon. Jika gambut ini kering dan terbakar, karbon itu akan lepas ke udara dan mempercepat pemanasan global. 

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan di COP30 bahwa Indonesia akan memimpin pengoperasian International Tropical Peatland Center (ITPC).


ITPC adalah "Pusat Komando" yang didirikan Indonesia bersama negara-negara lain untuk menjaga gudang karbon ini.

"ITPC bukan sekadar pusat penelitian, ini adalah jembatan nyata antara ilmu, pendanaan, dan komunitas untuk melindungi miliaran ton karbon yang tersimpan dalam gambut tropis," kata Menteri Hanif dalam keterangannya, Senin 17 November 2025.

ITPC ini bukan sekadar ide. Kata Hanif, Indonesia sudah membuktikan keseriusannya lewat restorasi besar-besaran hingga akhir 2024 dengan memulihkan lebih dari 4,15 juta hektar lahan gambut.

"Kita sudah memasang ribuan alat pengukur air dan sekat kanal untuk menjaga gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar," tuturnya..

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan. Yaitu melalui program seperti Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dijalankan. Artinya, masyarakat lokal dilatih dan diberdayakan agar bisa menjaga gambut sambil meningkatkan penghasilan mereka.

Hanif menegaskan bahwa ITPC adalah contoh nyata kerja sama antarnegara berkembang (South-South cooperation). Tujuannya jelas, mencegah kebakaran, menjaga fungsi air di gambut, dan memastikan gambut tropis tetap menjadi benteng pertahanan utama dunia melawan emisi.

"Intinya, Indonesia memimpin dunia untuk mengubah gambut yang rentan menjadi aset yang melindungi bumi dan mensejahterakan masyarakat lokal," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya