Berita

Ilustrasi Polri

Politik

Komite Reformasi Polri Jadi Pertaruhan Besar Presiden Prabowo

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Rocky Gerung menilai pembentukan Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah penting, namun tetap menyisakan ruang kritik. 

Menurutnya, keberadaan unsur internal kepolisian di dalam komite tersebut memunculkan pertanyaan soal independensi, meski hal itu wajar dalam dinamika reformasi institusi besar seperti Polri.

“Presiden Prabowo Subianto mempunyai pertaruhan besar dengan Komite Reformasi Polri. Kritik boleh diajukan karena dianggap tim ini masih memuat unsur-unsur dari dalam Polri sendiri,” ujar Rocky lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 17 November 2025.


Ia menjelaskan, mereka yang menginginkan perubahan total tentu berharap tim reformasi sepenuhnya independen. Namun pada saat yang sama, inti dari reformasi justru terletak pada kemauan internal Polri untuk memperbaiki diri.

“Nah faktor ini saya kira yang lebih penting, yaitu keinginan di dalam diri sendiri yang karena desakan publik hendak mereformasi dirinya sendiri ini,” tegasnya.

Rocky menilai segala bentuk “kesadaran baru” yang muncul dari tubuh Polri harus difasilitasi. Ia mengingatkan bahwa banyak persoalan sebenarnya dapat diselesaikan dari dalam, namun kerap mandek akibat persaingan kepentingan maupun kongkalikong.

“Tapi kita mulai melihat bahwa Polri mulai menyadari bahwa tekanan sosial publik tidak mungkin dihindari lagi,” katanya.

Menurut Rocky, Polri sejak awal memahami tuntutan publik dan telah memulai reformasi internal. Kehadiran Komite Reformasi Polri kini memperkuat langkah tersebut, terutama karena digerakkan langsung oleh Presiden Prabowo.

Ia menekankan bahwa harmonisasi dua arus perubahan menjadi kunci yaitu reformasi yang tumbuh dari kehendak internal Polri, serta reformasi yang didorong oleh keadaan. Mulai dari tuntutan perubahan regulasi hingga pergeseran paradigma soal fungsi utama polisi dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan publik.

Terkait komposisi Komite Reformasi Polri, Rocky mengakui akan selalu muncul sinisme dan kecurigaan publik mengenai siapa yang dilibatkan dan siapa yang tidak. Namun fokus utama menurutnya adalah memastikan tim tersebut benar-benar bekerja.

“Tapi yang paling utama adalah tim ini harus segera bekerja dengan mengurai persoalan dari akar epistemik sampai problem-problem penampilan estetik di lapangan,” tegasnya.

Dalam daftar anggota komite tercatat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah mantan Kapolri seperti Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian, dan Jenderal Pol (Purn) Idham Azis, serta mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Ahmad Dhofiri.

Selain tokoh kepolisian, komite juga beranggotakan tokoh berpengaruh yang memiliki integritas tinggi seperti Jimly Asshiddiqie, Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, dan Oto Hasibuan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya