Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho. (Foto: Dok. Pribadi)
Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho. (Foto: Dok. Pribadi)
Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menegaskan bahwa negara tidak boleh memberikan ruang sedikit pun bagi interpretasi bahwa kewajiban obligor dapat berakhir tanpa penyelesaian yang sah.
Hardjuno menyatakan bahwa posisi pemerintah harus tetap tegak berdiri pada prinsip dasar hak tagih negara tidak pernah kadaluarsa.
Populer
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
UPDATE
Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18
Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13
Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53
Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48
Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47
Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52