Berita

Presiden Lebanon, Joseph Aoun (Foto: AFP)

Dunia

Lebanon Gugat Israel ke PBB atas Pembangunan Tembok di Perbatasan

MINGGU, 16 NOVEMBER 2025 | 14:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebanon berencana mengajukan gugatan resmi ke Dewan Keamanan PBB terkait pembangunan tembok beton oleh Israel di wilayah selatan yang disebut melampaui Blue Line, garis demarkasi PBB antara kedua negara. 

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk segera menindaklanjuti langkah tersebut.

Ia meminta Menlu Youssef Raggi untuk menginstruksikan misi tetap Lebanon di PBB menyampaikan laporan lengkap. Menurut Aoun pembangunan tembok Israel itu melanggar kedaulatan Lebanon dan Resolusi 1701 Dewan Keamanan.


“Pembangunan tembok ini bukan hanya ilegal, tetapi juga merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap batas yang telah diakui PBB," ujarnya dalam pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 16 November 2025.

Resolusi 1701 yang disahkan pada 11 Agustus 2006 mengatur penghentian permusuhan antara Hezbollah dan Israel serta pembentukan zona bebas senjata antara Blue Line dan Sungai Litani. Pemerintah Lebanon menilai aktivitas Israel kini bertentangan langsung dengan aturan tersebut.

Menurut kantor kepresidenan, keluhan ke PBB juga akan memuat laporan lembaga internasional yang membantah penolakan Israel. UNIFIL bahkan mengonfirmasi bahwa tembok itu menghalangi akses warga ke lebih dari 4.000 meter persegi tanah Lebanon. 

“UNIFIL telah memberi tahu Israel secara resmi bahwa tembok tersebut harus dibongkar,” tulis laporan tersebut.

UNIFIL pada Jumat lalu, 14 November 2025 menyatakan Israel telah mendirikan dua tembok di barat daya kota Yaroun, membuat ribuan meter persegi lahan tidak dapat diakses penduduk lokal. 

Situasi di perbatasan pun semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Serangan udara Israel hampir terjadi setiap hari dengan dalih menargetkan infrastruktur dan anggota Hezbollah. 

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya di Lebanon. Meski gencatan senjata pada November 2024 seharusnya mengharuskan Israel menarik mundur pasukannya pada Januari lalu, hingga kini Israel masih mempertahankan lima pos militer di perbatasan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya