Berita

Ilustrasi

Politik

Integrasi Kopdes-MBG Bisa Bangkitkan Ekonomi Lokal

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 22:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mendorong penguatan ekonomi lokal melalui integrasi dua program strategis, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Sinergi keduanya menciptakan rantai ekonomi yang lebih hidup di desa, mulai dari peningkatan produksi hingga penyerapan tenaga kerja baru.

Sebagai contoh, Ketua Asosiasi Pemerhati Desa Indonesia (Apdesi) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sri Rahayu Usmi mengusulkan program MBG dikelola oleh Kopdes Merah Putih. 


Dengan dikelolanya Kopdes Merah Putih, program prioritas presiden Prabowo Subianto ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menjadi penggerak ekonomi lokal di tingkat desa khususnya.

“Seharusnya, menurut saya, MBG ini diberdayakan ke Kopdes sehingga satu lapangan kerja terbuka, dan kedua, hasil-hasil yang ada di desa itu bisa terserap,” kata Rahayu dalam keterangan tertulis, Sabtu 15 NOvember 2025.

Ia menjelaskan, kolaborasi MBG dan Kopdes menjadi solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, selama pelaksanaannya disesuaikan dengan potensi sumber daya manusia dan alam setempat.

“Terkait Kopdes Merah Putih memang antara potensi sumber daya manusia dan alam ini harus kemudian diselaraskan, karena jangan sampai melakukan kegiatan usaha yang tidak ada relevansinya dengan potensi desanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas optimis tahun ini pengangguran di Sulsel akan berkurang dengan adanya program nasional tersebut. 

Sebab, kata dia, saat ini ada beberapa program yang bisa menyerap tenaga kerja, seperti SPPG atau dapur MBG. 

“Kan SPPG itu ada 47 (tenaga kerja), juga di Koperasi Merah Putih minimal 5. Itu adalah peluang yang sangat baik,” pungkas Jayadi.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya