Berita

BBM_Bobibos. (Instagram-_@bobibos)

Politik

Bobibos Memang Inovasi, Tapi Butuh Uji Kelayakan

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 18:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Inovasi bahan bakar alternatif berbasis limbah jerami bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos) terus menuai sorotan publik. 

Sejumlah pakar menilai temuan ini patut diapresiasi, namun tetap harus melalui uji kelayakan yang ketat sebelum diproduksi dan digunakan secara massal.

Pakar energi Universitas Islam Riau (UIR), Ira Herawati, mengatakan Bobibos merupakan "angin segar" bagi upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional. 


Meski demikian, ia menegaskan inovasi tersebut harus dibuktikan efektivitasnya oleh lembaga kredibel agar tidak menimbulkan dampak lanjutan yang lebih besar.

"Mungkin untuk jangka pendek bisa menjawab, tapi jangka panjang setelah itu, seperti apa?" kata Ira dalam keterangannya, Sabtu 15 November 2025.

Ira menilai langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang melakukan uji laboratorium sudah tepat. Setelah uji lab rampung, produk dapat mengantongi paten dan memberi kepastian keamanan sebelum dijual. 

“Uji lab ini bukan tidak mematahkan ya semangat anak bangsa untuk berkontribusi secara penelitian, penemuan, dan segala macam. Itu kita perlu bantu apresiasi, memberikan paten yang bagus kepada mereka,” katanya. 

Bobibos yang diklaim memiliki RON 98 disebut dapat menjadi solusi energi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan. 

Namun pemerintah belum memberikan penilaian apa pun sebelum hasil kajian teknis selesai.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya