Berita

Diskusi bertajuk "Dinamika Hubungan Sipil-Militer dalam Negara Demokrasi: Arus Balik Reformasi TNI" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Akademisi UGM Usul Dilakukan Perubahan Kurikulum Pendidikan Militer

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 16:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penting untuk melakukan perubahan pada kurikulum pendidikan militer, termasuk menjadikan isu gender sebagai salah satu materi.

Begitu dikatakan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada Arifah Rahmawati dalam diskusi bertajuk "Dinamika Hubungan Sipil-Militer dalam Negara Demokrasi: Arus Balik Reformasi TNI" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Arifah menyoroti dampak konflik di masa lalu, seperti di Aceh, Poso, dan Ambon, yang menyisakan luka mendalam akibat kasus eksploitasi seksual terhadap perempuan yang hingga kini belum diakui. 


"Eksploitasi dalam situasi perang merupakan bentuk kejahatan," kata Arifah dalam keterangan tertulis, Sabtu 15 November 2025.

Menurutnya, melakukan perubahan dalam kurikulum militer adalah hal penting untuk menciptakan institusi yang inklusif.

"Hal ini dapat menjadi isu penting dalam reformasi militer di Indonesia guna menciptakan institusi pertahanan yang lebih inklusif dan bertanggung jawab," tuturnya.

Dalam diskusi yang sama, Peneliti Senior Imparsial Al Araf mengkritik pelibatan TNI dalam urusan domestik di luar tugas pokok utama. seperti mencetak sawah atau keterlibatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Karena implikasinya adalah akan mengganggu profesionalisme militer dan memperburuk demokrasi," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya