Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Tangkapan layar YouTube MirrorNow)

Dunia

Survei Ipsos: Popularitas Trump Makin Terjun Bebas

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tingkat ketidaksetujuan publik terhadap Presiden AS Donald Trump melonjak menjadi 58 persen, menurut jajak pendapat terbaru Reuters-Ipsos. 

Angka ini meningkat cukup tajam dari 52 persen pada pertengahan Mei. Sementara itu, tingkat persetujuan terhadap Trump tetap bertahan di kisaran 40 persen, yang merupakan level terendah sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari.

Survei daring ini dilakukan terhadap 1.200 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat selama enam hari pada awal November. Hasilnya menunjukkan bahwa pemilih Demokrat kini jauh lebih bersemangat menjelang pemilihan paruh waktu 2026. 


Sekitar 44 persen di antaranya mengatakan mereka sangat antusias untuk memberikan suara, jauh lebih tinggi dari Partai Republik yang hanya mencapai 26 persen. Rasa percaya diri Demokrat disebut ikut terangkat oleh kemenangan mereka dalam pemilihan lokal pada 4 November, termasuk kemenangan gubernur di Virginia dan New Jersey.

Meski Demokrat terlihat lebih bersemangat, tingkat minat pemilih secara keseluruhan antara kedua partai sebenarnya masih seimbang. 

Ketika ditanya siapa yang akan mereka pilih jika pemilihan kongres digelar hari ini, 41 persen pemilih terdaftar memilih kandidat Demokrat, sementara 40 persen lainnya memilih kandidat Republik. Perbedaan yang sangat tipis ini masih berada dalam margin kesalahan survei sebesar tiga poin persentase.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya