Berita

Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein dan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Raja Yordania Kecam Keras Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Jakarta

JUMAT, 14 NOVEMBER 2025 | 19:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al?Hussein mengecam keras kasus ledakan yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat, 14 November 2025.

Mulanya Raja membuka pidatonya dengan menyampaikan terima kasih atas upacara penyambutan yang hangat dan meriah yang disiapkan Presiden Prabowo. 


"Senang sekali bertemu dengan Anda dan atas nama saya sendiri dan seluruh delegasi kami, saya ingin berterima kasih atas sambutan yang sangat hangat dan murah hati yang telah kami terima kembali di Jakarta," ujarnya. 

Ia kemudian menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir yang belakangan terjadi di ibu kota Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia. 

Selanjutnya Raja Yordania mengutuk keras insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang baru-baru ini terjadi dan menggemparkan publik.

"Dan sekali lagi, kami sebagai negara mengutuk keras serangan mengerikan yang menargetkan sekolah menengah Anda," kata dia.

Ia menegaskan komitmen Yordania untuk selalu mendukung Indonesia dalam setiap hal. 

"Kami mengutuk ini dan seperti yang Anda ketahui, Yordania akan selalu mendukung Anda dalam segala hal," ujarnya. 

Ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, tepatnya di masjid sekolah dan samping bank sampah saat khotbah salat Jumat, telah menimbulkan korban cukup banyak. 

Per Kamis, 13 November 2025, sedikitnya 20 siswa masih menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit di Jakarta. Korban keseluruhan mencapai 96 orang luka-luka (termasuk pelaku) dalam insiden tersebut.

Pihak penyidik telah memeriksa 46 siswa sebagai saksi anak dalam penyelidikan kasus ini. 

Dugaan motif awal menyebut bahwa pelaku adalah siswa yang merasa teralienasi dan mungkin menjadi korban perundungan, meskipun pihak sekolah atau pemerintah belum memutuskan bahwa ‘bullying’ adalah penyebab tunggal.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya